Kebutuhan Hidup Layak di OKI Tertinggi di Sumsel

KAYUAGUNG – Kebutuhan hidup layak (KHL) di OKI yang jumlahnya mencapai Rp2.508.315 per bulan, dinilai paling tinggi di antara kabupaten/kota se Sumatera Selatan (Sumsel).

Angka tersebut berdasarkan hasil survey lapangan yang dilakukan pihak pemerintah provinsi Sumsel pada bulan Desember tahun ini.

Kendati pihak pemerintah provinsi baru saja mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp2,2 juta per bulan, ternyata angka itu masih belum sesuai bila dibanding dengan kebutuhan hidup layak di Bumi Bende Seguguk itu sebesar Rp2,5 juta per bulan.

Sementara KHL untuk beberapa kabupaten/kota lainnya seperti Lubuklinggau Rp1.940.303, Lahat Rp1.917.687, Muaraenim Rp2.109.166, Prabumuli Rp2.103.246, OKU Rp1.940.238, OKU Timur Rp2.435.178, Muba Rp2.066.927, Palembang Rp2.145.123.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI, Aris Panani, melalui Kasi Hubungan Industrial, Kornela, membantah kalau OKI paling tinggi se Sumsel.

“Kamu dapat data dari mana? Itu tidak benar, data itu salah,” ujarnya membantah.
Kata Kornela, berdasarkan hasil survey di lapangan oleh pihaknya saat ini KHL di OKI sebesar Rp2.134.057 per bulan.

Sayangnya Kornela, yang membantah tersebut menunjukkan KHL itu untuk survey bulan Oktober 2014.
“Ini rekapan bulan Oktober, untuk November dan Desember belum ada.” ujarnya seraya tetap saja mengatakan kalau data KHL dari provinsi tidak akurat.

Untuk indikator penentuan besaran KHL kata dia, mengacu pada beberapa komponen yakni kebutuhan pokok makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, transportasi serta rekreasi.

Terkait penentuan pembahasan UMK di OKI sendiri, kata dia, sejauh ini belum dibahas karena sampai saat ini Apindo dan dewan pengupahan belum terbentuk.” Bagaimana mau nentuin Apindo dan dewan pengupahan aja belum terbentuk,” tandasnya.

 

TEKS          : DONI AFRIANSYAH.
EDITOR      : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *