Indonesia Tantang Thailand

Tim futsal putra Indonesia  | Dok KS

Tim futsal putra Indonesia | Dok KS

PALEMBANG – Tim futsal putra Indonesia melenggang ke final setelah menjungkalkan Malaysia dengan skor 4-0 pada semifinal ASEAN University Games (AUG) ke-17 di GOR Ranau Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Kamis (18/12) malam.

Empat gol Indonesia ditorehkan Fhandy Permana menit ke-15, Rainhard Romario menit ke-26, Rommel Jhonata menit ke-29 dan gol terakhir dimenit ke-33 oleh Reza Yamani. Atas hasil ini, tim putra Indonesia dipastikan menantang Thailand di partai final yang dijadwalkan, Sabtu (20/12) sore.

Di babak pertama, Indonesia terlihat bermain cukup tenang mencoba menguasai permainan. Bola-bola datar (diving) coba diterapkan untuk mencari sudut yang tepat untuk melesatkan si kulit bundar. Terbukti trik tersebut menuai hasil positif, dimenit ke 15 Fhandy Permana berhasil mencetak gol pertama. Tertinggal, Malaysia mencoba mendesak Indonesia untuk menyamakan kedudukan namun hingga pluit panjang babak pertama ditiupkan wasit, skor tak berubah.

Merasa belum aman dengan keunggulan 1-0. Indonesia mengambil inisiatif serangan lebih awal memasuki babak kedua. Kerjasama taka tiki yang diterapkan Rainhard Romario bersama Rommel Jhonata dimenit ke-26 sukses menjebol gawang Malaysia. Tiga menit berselang, Rommel Jhonata memperbesar keunggulan Indonesia lewat golnya dimenit 33, sekaligus memastikan kemenangan buat Indonesia. Sebab, hingga babak kedua usai, skor tetap 3-0 untuk keunggulan Indonesia.

Selain tim putra, tim putri Indonesia juga memperoleh kemenangan melawan Malaysia dengan skor telak 6-0. Tim putri dijadwalkan lebih awal bertemu Thailand di laga final, Jumat, (19/12) siang.

“Memang kita telihat bermain hati-hati untuk melihat pola permainan mereka dulu (Malaysia). Setelah kita tahu, baru beberapa desakan dilakukan oleh pemain kita. Ternyata kita bisa menang dan menguasai pertandingan tersebut,” kata pelatih Indonesia Vennard V Victor.

Dilaga final melawan Thailand Vennard menjelaskan, taktik yang digunakan hampir sama ketika menghadapi Malaysia. Menggunakan diving untuk mengkontrol suasana terlebih dahulu baru melakukan tekanan.

“Kita tidak akan melakukan tekanan-tekanan. Seperti tadi kita bermain diving agar bisa memahami pergerakan musuh. Ketika ada peluang baru kita melakukan desakan. Kami optimis tim putra bisa mendapatkan emas begitu juga tim putri nanti melawan Thailand,” tutupnya.

 

TEKS      : IQBAL
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *