Pungli di Timbangan Pematang Panggang

KAYUAGUNG – Pasca ditutupnya jembatan timbang terpadu Pematang Panggang Mesuji OKI karena ada perbaikan sejak satu minggu terakhir ini, ratusan sopir truk dan angkutan berat lainnya mengeluh. Pasalnya meskipun jembatan timbang terpadu ditutup ternyata sopir masih “palaki” preman berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu.

Menurut salah seorang sopir truk jurusan Pulau Jawa-Sumatera yang mengangkut bahan sembako, Hartono saat ditemui di salah satu rumah makan di Kecamatan Lempuing OKI, mengatakan mereka sudah tahu jembatan timbang terpadu sudah tutup, namun saat di desa Pematang Panggang, kami distop secara paksa oleh sejumlah preman yang memalak meminta uang antara Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu.

“Kami tanya kepala preman, kenapa masih ada pengutan ? Padahal jembatan timbang terpadu sudah ditutup, lalu preman menjawab ini uang keamanan supaya lancar di perjalanan. Karena kalau tidak dibayar mobil kita akan dilempar dipecahkan kaca dan mereka kalau tidak mau membayar juga diancam dengan senjata tajam pisau dan clurit.

Dengan terpaksa Hartono pun mengeluarkan uang untuk truk sebesar Rp 300 ribu dan kendaraan besar seperti fuso, tronton mencapai Rp 600 ribu seperti saat jembatan timbang terpadu masih beroperasi.

Hal yang sama dikatakan Suwandi. Sopir alat berat dari Jakarta tujuan Pekanbaru Riau, bahwa dirinya terpaksa membayar uang Rp 600 ribu.

“Tadinya saya tidak mau berhenti saat di stop, namun karena saya tak berhenti mobil saya di kejar disuruh berhenti dengan ancaman senjata tajam, karena diancam dengan senjata tajam maka dengan terpaksa berhenti dan memberikan uang keamanan sebesar Rp 600 ribu,” jelasnya.

Kepala Timbangan Terpadu Pematang Panggang Mesuji OKI, H Iskandar ketika dikonfirmasikan kemarin membenarkan bahwa jembatan timbang terpada Pematang Panggang Mesuji OKI ditutup sementara karena ada perbaikan hingga awal bulan depan tahun 2015 kembali di buka dengan ditutupnya jembatan timbang semua aktifitas juga ditutup, dan untuk kegiatan preman bukan tanggung jawab jembatan timbang Pematang.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat didampingi Kapolsek Mesuji AKP Deni NS dan kanitres Ipda Sulardi ketika dikonfirmasikan kemarin membenarkan terjadinya pemerasan oleh oknum warga terhadap sejumlah sopir truk, namun pihaknya sudah melakukan penangkapan terhadap dua pelaku atas nama Husry alias Husin bin Bahtiar (24) dan Rahman bin Jawe (17) keduanya warga Desa Sungai Sodong.

Penangkapannya dilakukan kemarin sekitar pukul 11.30 Wib di TKP Jalintim desa Pematang Panggang Mesuji OKI terhadap sopir truk atas nama korban Umar bin Kamil (44) warga Aceh Utara. Pelaku saat ditangkap sedang melakukan aksinya memberhentikan kendaraan korban lalu meminta uang Rp 200 ribu dan mengancam dengan senjata tajam.

Saat itulah petugas Polsek Mesuji yang dipimpin Kanitres Ipda Sulardi menyergap kedua pelaku. Selain berhasil mengamankan kedua pelaku juga sepeda motor yang digunakan pelaku Yamaha Vixion warna putih dan sebilah senjata tajam, saat ini kedua pelaku berikut BB sepeda motor sudah kita amankan di Mapolsek Mesuji.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *