Pembentukan Karakter Harus Dimulai Usia Dini

PALEMBANG – Romo Agustinus Giman, Pastur Gereja Santo Yosep Palembang, belum lama ini di Palembang mengatakan, pembentukan karakter bagi murid, harus dimulai dari usia dini. Romo mencontohkan, sebagai contoh bila si anak dari kecilnya diajari tentang buruknya mencuri, maka kelak dia besar mencuri itu adalah tindakan yang tidak baik. “Tapi sebaliknya apabila si anak dari kecil dibilang bahwa mencuri itu tindakan yang baik, maka sampai besar pun si anak akan mengerti bahwa mencuri adalah tindakan yang baik, itu namanya salah didik. Kalau salah didik, bagaimana kita akan mewujudkan pemimpin bangsa yang bermoral,” tambahnya.

Romo juga mengertisi sistem pendidikan. Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia ini lebih mengarah ke pengembangan daya intelektual, namun tidak diimbangi dengan pembentukan karakter. Padahal menurut Romo, pendidikan seharusnya mendidik dan memberikan pesan nilai-nilai moral dan karakteristik yang berguna bagi anak didik. “Karena sistem yang salam, hasilnya anak didik lebih prakmatis yang akhirnya nanti menjadi manusia yang memikirkan diri sendiri, tanpa peduli dengan kondisi negara ini,” tegasnya.

Romo juga mengatakan, dalam kondisi saat ini, negara Indonesia ini sudah sangat membutuhkan pemimpin yang bermoral. Saat ini, menurut Romo tidak sedikit pemimpin yang lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan memikirkan kesejahteraan rakyat.

Seharusnya, lanjut Romo, pemimpin punya tangungjawab besar untuk membawa negara ini menjadi bangsa yang bermartabat dan dihormati. “Tapi bagaimana ingin dihormati negara lain, kalau rakyatnya sendiri sudah tidak menaruh hormat kepada pemimpinnya sendiri. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana membentuk karakter yang bermoral untuk menyiapkan pempimpin masa depan bangsa ini,” ujarnya.

Terpisah, Yusron Masduki, M.Pd.I, akademisi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mengamini pendapat Romo. Menurut kandidat doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini, karakter anak didik bukan hanya terbentuk di lingkungan sekolah saja, tetapi peran orang tua dalam mendidik anaknya juga menjadi hal penting. Namun menurut Yusron, pendidikan orang tua, harus dengan kasih sayang bukan dengan kekerasan. “tegas itu tidak harus keras melainkan menjadi tauladan bagi anak di rumah. Dengan begitu, akan membentuk anak tersebut menjadi bermoral dan punya tanggung jawab terhadap masa depannya,” tegasnya, saat dibincangi di rumahnya di Talang Kelapa, belum lama ini.

Sekretaris Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumsel ini juga menyesalkan terhadap sistem pendidikan di negeri ini. Menurut Yusron, bagaimana sekolah akan membentuk karakter anak didik menjadi generasi yang bermoral, jika dalam setiao Ujian Nasional (UN) selalu ada kebocoran kunci jawaban. “Kalau ini selalu terjadi, secara tidak langunsg sudah mengajari anak berbohong. Apakah dengan cara ini sekolah mendidik generasi ini menjadi bermoral, saya kira akan jauh dari harapan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, menurut Yusron, setiap guru juga harus bertanggungjawab terhadap bagaimana proses pendidikan dan efek dari pesan pendidikan dalam keseharian. Sehingga menurut Yusron, sekolah akan benar-benar menghasilkan generasi yang punya integritas moral yang baik.

 

TEKS        : AHMAD MAULANA

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *