Pelaku Pengrusakan Mapolsek BTS Ulu Diringkus

MUSIRAWAS – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Musirawas kembali meringkus otak pelaku pembakaran Mapolsek BTS Ulu pada 2013 lalu.

Nurudin alias Nurdin warga SP 4 Mulyoharjo Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musirawas, setelah satu tahun menjadi buron akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya yang berada di Desa Sukaraja Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat sekitar pukul 00.00 WIB, Rabu (17/12) tengah tertidur lelap.

Nurdin di hadapan penyidik menerangkan, saat kejadian dirinya mengaku ikut merusak Mapolsek dengan cara melempari kaca kantor memakai batu yang dipungutnya tak jauh dari lokasi. Setelah merusak dia pun langsung berhenti dan menyaksikan warga lainnya melakukan aksi brutal mengobrak-abrik barang yang berada di dalam kantor tersebut.

Diceritakan ayah kandung dari pelaku pembawa sajam Edison, yang memicu pengrusakan Mapolsek mengatakan, setelah mengetahui anaknya ditangkap aparat kepolisian, dirinya tidak terima dan berencana pulang ke rumah untuk memberitahukan keluarga lainnya.

Sebelum sampai di rumah menjelang magrib, Nurdin bertemu dengan seorang anak kecil yang tidak teringat lagi namanya. Dikatakan anak tersebut, bahwa dia disuruh menghadap Kades SP 4 Bachtiar yang telah menunggunya di rumah.

Tidak menunggu lama, dia pun langsung datang ke rumah Kades tersebut. Tak disangka, puluhan warga lainnya telah menunggu instruksi dari Kades serta dirinya sebagai orang tua dari Edison. Setelah berdiskusi dan menceritakan permasalahannya, akhirnya kades merestui warganya untuk melancarkan pengrusakan di Mapolsek BTS Ulu.

“Yang saya ingat, Kades bilang tidak apa-apa dirusak Mapolsek itu, kalau sudah dirusak jangan dibakar dan melukai anggota polisi yang berada di dalam kantor. Setelah direstui akhirnya kami pergi dengan dua mobil yang telah siap mengangkut massa,” ungkapnya.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), dia mengaku langsung mengambil batu sebesar ukuran genggaman tangan orang dewasa. Dan melemparkan batu ke kaca ruang penjagaan kantor. “Setelah melempar, Sum warga lainnya langsung menghalangi saya agar tidak melempar lagi. Tapi massa lainnya yang sudah marah terus menghancurkan kantor itu,” terangnya.

Diakui, setelah peristiwa pengrusakan, dirinya melarikan diri ke tempat saudaranya untuk bersembunyi. Untuk bertahan hidup dia pun rela menyamar menjadi petani karet. “Saya menyesal telah merusak kantor polisi. Saya juga tahu kalau warga lainnya telah ditangkap, makanya saya bersembunyi untuk cari aman,” ungkapnya.

Kapolres Musirawas, AKBP Nurhadi Handayani melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian mengatakan, Nurdin merupakan salah satu otak pelaku pembakaran Mapolsek BTS Ulu yang menjadi buronan selama satu tahun terakhir. Dia diringkus oleh Tim khusus (timsus) yang sudah mengetahui keberadaan tersangka.

“Guna menjalani pemeriksaan, tersangka sudah diamankan di Mapolres untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Untuk pelaku pengrusakan lainnya, masih terus akan kita buru sampai kapanpun, karena mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang merusak fasilitas milik negara,” pungkasnya.
Teks      : Sri Prades
Editor  : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *