Patenkan Motif Songket Palembang…!

Ilustrasi Salah Satu Pengrajin Songket | Foto : Dok KS

Ilustrasi Salah Satu Pengrajin Songket | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Upaya melestarikan kerajinan khas Palembang, terutama batik. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang berencana mematenkan motif batik Palembang.

Kabid Industri, Disperindagkop Palembang, Hafizal mengatakan, saat ini memang belum di usulkan untuk mematenkan motif batik Palembang. Namun, jika perkembangannya cukup baik dan mampu memikat pasar secara nasional dan mancanegara pihaknya segera mematenkannya.

“Kan yang paling terkenal motif songket Palembang, ada tenun songket dan jumputan. Dan itu sudah diusulkan untuk dipatenkan,”ungkapnya, saat dibincangi diruang kerjanya, Rabu (17/12).
Sambungnya, pihaknya akan memfasilitasi jika ada Industri Kecil Menengah (IKM) yang bisa menciptakan motif batik Palembang dan dapat segera di daftarkan produknya.

“Sebelumnya sudah ada 71 motif songket Palembang yang didaftarkan ke Pemerintah Pusat, namun sayangnya ditolak. Kami juga datang ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), disana mereka menjelaskan bahwa songket sudah dijadikan budaya dan tidak tahu siapa awal yang membuatnya. Sehingga belum bisa dipatenkan,”akunya.

Tapi, walaupun demikian, sebut Hafizal, pihaknya telah membuat buku terkait seluruh motif songket Palembang, mulai dari motif tenun, jumputan maupun batik Palembang termasuk juga makanan khas palembang.

“Nah, buku itu sudah di daftarkan hak ciptanya. Jadi bukan motif songketnya,” katanya.

Hafizal mennambahkan, dengan adanya buku itu, apabila ada pihak lain yang mencoba meniru motif songket Palembang, sudah di pastikan tidak bisa, karena sudah ada hak cipta buku terkait budaya Palembang tersebut.

“Buku itu sama saja mematenkan batik maupun yang lainnya,” ulasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Palembang, Yanurpan mengaku, keragaman budaya Palembang mulai dari pakaian adat, seperti songket atau batik Palembang hingga kuliner menjadi daya tarik wisatawan ke Palembang.

“Kami juga sudah lakukan kerjasama dengan pihak swasta seperti tour dan travel untuk mengemas paket wisata Palembang dengan keragaman budayanya. Jadi apabila pihak Disperindagkop ingin membuat hak paten itu kami sangat setuju,” dijelaskannya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *