Pak Gubernur, Siapa Bupati Muratara ?

 

Alex Noerdin | Gubernur Sumsel

Alex Noerdin | Gubernur Sumsel

PALEMBANG – Sejumlah warga Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) mendatangi Kantor Gubernur Sumsel untuk menanyakan kepada gubernur, sejauh mana perkembangan pengajuan permohonan penunjukan pejabat bupati Muratara, Rabu (17/12). Ketua Masyarakat Peduli Mutarata, Mansyur M Ali, mengaku bersama beberapa perwakilan dari empat Kecamatan yakni Kecamatan Rupit, Karang Dapo, Rawas Ulu, dan Nibung.

 

“Jika tidak ada tanggapan dari Gubernur hari ini, maka kami yang berasal dari tujuh kecamatan Muratara mengancam akan menduduki kantor Bupati Muratara,” ujarnya.

 

Ujar Mansyur, pihaknya sudah menanyakan dan berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel, Sekda Muratara dan DPRD Muratara namun belum ada jawaban mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Pj Bupati Muratara.

 

“Kekosongan jabatan ini sudah terjadi selama 54 hari dan kami ingin pertanyakan itu,” ungkapnya.

 

Pihaknya sampai saat ini masih akan menunggu jawaban dari Gubernur Sumsel untuk bisa menjelaskan hal tersebut.

 

“Jika tidak dilanjuti kita akan mendatangi Kemendagri menanyakan prosesnya. Jika semua tidak menanggapi maka kita akan menduduki kantor Bupati Muratara,dan akan menstop seluruh kendaraan dinas milik kabupaten,” ancamnya.

 

Diakuinya, selama adanya kekosongan tersebut terjadi kemandekan dalam pemerintahan, seluruh SKPD masih banyak kekosongan jabatan dan belum adanya Kabag dan Kasi karena pelantikan tersebut masih menunggu pejabat yang seharusnya bertanggungjawab untuk ini.

 

“Masalah yang lebih besar yakni menghambat sistem pelayanan terhadap masyarakat, juga adanya kekhawatiran bila dana tidak terserap 100 persen sampai 24 Desember maka akan kembali ke kas negara (silpa),” beber dia.

 

Sementara itu, Kepala Biro Otonomi Daerah (Otda) Setda Sumsel, Amsin mengungkapkan, pihaknya tengah mengajukan perpanjangan Pj Bupati Muratara.

 

“Kita sudah melayangkan surat permohonan perpanjangan Plt Bupati Muratara sejak 23 Oktober lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan perpanjangan apa ditolak permohonan kita,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Amsin, sebenarnya pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat menanyakan sejauh mana proses kelanjutannya, tetapi selalu dijawab sedang dalam proses. Menanggapi beberapa masyarakat Kabupaten Muratara dianggap wajar bagi Amsin.

 

“Ini merupakan hal yang wajar karena mereka membutuhkan kepastian siapa yang menjabat Kepala Daerahnya. Jika kosong seperti ini, memang menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakatnya,” pungkasnya.

 

TEKS:IMAM MAHFUZ

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *