Masa Pencekalan Oleh KPK Berakhir, Paspor Ucok (Masih) Ditahan

Ilustrasi Pasport

Ilustrasi Pasport

PALEMBANG – Kepala Kantor Imigrasi Palembang, Bogi Widiantoro menyebut, massa pencekalan atau pelarangan bepergian ke luar negeri terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ucok Hidayat berakhir, Rabu (17/12). Namun, untuk penyerahan paspor kepada bersangkutan akan dilakukan sepekan kedepan.

Disampaikan Bogi, mengapa paspornya baru dikembalikan sepekan kedepan, untuk menghindari terjadinya perpanjangan pencekalan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ya benar, masa cekalnya sudah berakhir. Karena sudah 6 enam bulan. Papornya masih kami tahan, kita masih menunggu apakah diperpanjang atau tidak. Tapi, kalau tidak ada, langsung kami kembalikan paspornya,” katanya.

Sebut Bogi, pihaknya sebagai pelaksana saja, sementara untuk komando penecekalan sepenuhnya ada di tangan KPK. Menurutnya, pihaknya tidak bisa betindak sendiri dalam hal ini.

“Kami hanya user, komandonya ada di KPK, tapi apabila ada intruksi lanjutan dari KPK untuk memperpanjang pencekalan, kami siap laksanakannya,” sebutnya.

Jelasnya, dalam Undang-undang (UU) untuk pecekalan seseorang hanya berlaku dua kali atau satu tahun. Di mana setiap pencekalan berlaku selama enam bulan.

“Tapi, tidak mungkin sebuah kasus berlarut-larut. Dan biasanya sebelum masa pencekalan kedua berakhir sudah selesai atau sudah ada titik terangnya. Karena objeknya sudah ditangkap (Romi Herton), dan saksinya sudah ditanya oleh pihak terkait,” terangnya.

Ujar Bogi, selain Ucok Hidayat, ada tiga orang lainnya yang massa pencekalannya berakhir sehingga totalnya berjumlah empat orang.

“Muhammad Syarif Abubakar dari wiraswasta, Yossi Alfiriana swasta, Ucok Hidayat PNS Pemkot Palembang. Nah, satunya lagi saya lupa, waktu pencekalannya sama,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Juru Bicara KPK, Johan Budi, apakah pencekalan terhadap Ucok Hidayat diperpanjang atau tidak, Johan menyebutkan, pihaknya belum mengetahuinya.

“Belum tau saya. Nanti saya cek dulu, nanti telpon lagi,” ujarnya singkat saat dihubungi via telepon selular.

 

TEKS     : ALAM TRIE MARSATA
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *