Kontraktor Abaikan Keselamatan Pekerja

EMPAT LAWANG – Keselamatan para pekerja proyek di kabupaten Empat Lawang terkesan diabaikan. Bahkan, hampir seluruh pekerjaan seperti pembangunan gedung, jembatan dan jalan, pekerjannya tidak mengenakan alat keselamatan kerja seperti sepatu safety, sarung tangan, sabuk pengaman serta helm.

Padahal alat keselamatan kerja tersebut sangat berguna, untuk melindungi pekerja proyek jika terjadi kecelakaan kerja dan berbagai masalah tidak diinginkan didalam melaksanakan aktifitas kerja di lingkungan proyek.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, beberapa lokasi proyek bangunan gedung milik pemerintah bernilai puluhan miliar rupiah, seperti proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, gedung inspektorat, gedung Dinas PU CK dan sejumlah proyek lainnya, terkesan mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja.

Seperti diungkapkan AN salah seorang pekerja gedung RSUD Empat Lawang, pria ini mengaku tak memahami tentang keselamatan kerja, bahkan katanya, semua pekerja tidak pernah diberi peringatan oleh pelaksana proyek tentang keselamatan kerja.

“Belum ada alat keselamatan, sepatu, sarung tangan, helm penutup kepala dan sabuk pengaman tidak pernah dikasih,” akunya, kemarin.

Sesama pekerjapun katanya lagi, tetap mengupayakan keselamatan dan berhati-hati. Kendatipun nanti ada resiko luka ataupun sakit, pekerja berusaha pengobatan sendiri.

“Kalau ada pasti kami pakai, kalau disuruh beli sendiri gaji kami kecil mas, tidak mampu beli sendiri,”cetusnya.

Senada dengan itu, salah seorang petugas keamanan proyek mengakui, jika dirinya belum pernah melihat pembagian alat keselamatan kerja di lingkungan proyek tersebut. Dia enggan menjelaskan dan menjawab pertanyaan Kabar Sumatera ketika mencoba mengorek informasi lebih lanjut.

“Kalau sepatu boat mereka (pekerja-red) pernah dikasih, kalau yang lain memang belum pernah dikasih. Bapak silahkan tanyakan saja langsung sama pemborongnya saja, tapi maaf kebetulan bos lagi keluar lokasi, lain kali bapak kemari saja lagi,” ujar petugas keamanan tadi.

Menanggapi ini Sekretaris Komisi III DPRD Empat Lawang, Mehmed Reza menegaskan, seharusnya pihak rekanan harus memperhatikan keselamatan kerja dari pegawainya, bisa dikatakan standar keamanan yang dipakai pihak rekanan haruslah berstandar nasional (SNI, red).

“Kontraktor harus mengedepankan keselamatan nyawa pekerja bangunan diproyek,” tegasnya.

Mehmed menyebut, terkait kondisi tersebut pihaknya akan segera menyurati pihak rekanan, dan memberikan teguran keras. Karena sudah mengenyampingkan keselamatan kerja.

“Secepatnya kita akan melayangkan surat teguran ke kontrkatornya, karena sudah mengenyampingkan keselamatan pekerjanya,” tukasnya.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *