K-13 Perlu Disempurnakan

PALEMBANG – Sejumlah Guru SMP di Kota Palembang, menyarankan agar Diknas tidak menghentikan Kurikulum 2013 (K-13). Sebab menurut mereka, K-13 secara akademik sudah baik. Seharusnya, kata mereka, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyempurnakan kurikulum tersebut. Hal itu dikatakan Fitri, salah satu praktisi pendidikan di SMP Negeri 36 Palembang, belum lama ini.

Hal itu dikatakan Fitri, terkait dengan ragam tanggapan yang muncul atas keputusan Mendikbud Anies Baswedan yang mewacanakan penghentian K-13. Fitri menilai, K-13 sudah baik untuk diterapkan di sekolah. Bahkan Fitri mengatakan, dengan K-13 siswa juga lebih dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar. “Ruang belajar tak hanya dalam kelas, sehingga guru hanya melihat kegiatan siswa. Sebenarnya bagus untuk K-13 ini, hanya mungkin belum sempurna saja, masih ada kekurangannya,” ungkapnya.

Menurut Fitri, Mendikbud tak menghentikan K-13. Seharusnya, Menteri Anies hanya menyempurnakan agar K-13 lebih baik. Namun Fitri memngakui diantara guru masih mengalami kesulitan dalam penilaian. “Penilaian yang agak merepotkan. Seperti untuk penilaian etika harus ditulis per lembar untuk satu siswa. Sementara kita satu kelas ada 40 siswa. Disinilah letak kesulitannya,” ungkap fitri.

Bahkan bukan hanya satu, tapi banyak lagi penilaian seperti penilaian spiritual, disiplin, pergaulan antar teman, dan kepribadian siswa dan penulisannya harus menggunakan aplikasi internet. “Kalau dulu kan tulis tangan dalam penulisan nilai. Nah untuk K-13 ini menggunakan aplikasi dari internet. Jadi bagi guru yang sama sekali belum paham dengan aplikasi internet, menjadi kendala tersendiri,” tuturnya.

Senada dengan itu, Usman, Guru SMP lainnya mengatakan, sangat menyayangkan jika ada wacana penghentian K-13. Bila masalahnya ada di penilaian, ia menyarankan Menteri Anies untuk membuat banyak aplikasi untuk memudahkannya. Menurut Usman, yang perlu ditingkatkan adalah pelatihan untuk guru-guru, sebab selama ini pelatihan hanya dilakukan selama 5 hari. “Pelatihan untuk guru yang harus ditingkatkan, masih banyak guru yang mengeluhkan tentang penilaian ini,” katanya.

 

TEKS       : ANDI HARYADI

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *