Indonesia Gagal Patahkan Rekor Thailand

Indonesia harus tunduk di tangan Thailand setelah kalah 1-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, | Dok KS

Indonesia harus tunduk di tangan Thailand setelah kalah 1-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, | Dok KS

PALEMBANG – Indonesia gagal merengkuh juara sekaligus memutus rekor Thailand sebagai juara bertahan di ASEAN University Games (AUG). Pasukan Indonesia dipaksa menyerah 1-3 oleh Thailand pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (17/12) malam.

Tiga gol Thailand, dua diantaranya diborong oleh Anan Buasang pada menit 6 dan 62. Satu gol lainnya dipersembahkan oleh Yutanna Ruangsuksut di menit ke-25. Sementara gol balasan Indonesia ditorehkan Dede Sulaiman dimenit 69.

Bermain dihadapan ribuan penonton, ternyata tak membuat tim Indonesia lebih baik dari Thailand, yang menyandang status juara di AUG 2012, Laos. Jalan pertandingan pun terlihat lebih didominasi tim tamu hingga mampu menorehkan dua gol di paruh pertama.

Ketika laga baru berjalan enam menit, gawang Indonesia harus kejebolan oleh striker Anan Buasang. Setelah itu, Thailand seperti diatas angin, serangan demi serangan terus dilancarkan untuk memperbesar keunggulanya. Alhasil, Thailand mampu menceploskan gol keduanya melalui skema cantik umpan manis Anan Buasang yang diselesaikan dengan baik oleh Yutanna Ruangsuksut pada menit 25.

Tertinggal dua gol, sebaliknya Indonesia mencoba melakukan   serangan yang dibangun dari kedua sayapnya, belum juga menuai hasil maksimal. Pertahanan Thailand masih terlalu kokoh untuk ditembus tim besutan Rasyito Hamsyah. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Thailand seperti tidak puas dengan torehan dua gol nya. Anan Buasang yang tampil impresif kembali menambah keunggulan Thailand dimenit 62, lewat gol cantik sepakan first time, memanfaatkan umpan manis dari Sathaporn Daengsee. Kedudukan berubah 3-0.

Gol balasan Indonesia baru hadir pada menit ke-69 lewat sepakan keras Dede Sulaiman yang tak mampu dibendung kiper Teerapat Torasa. Skor 3-1 tak berubah hingga laga berakhir, meski sebelumnya kedua kubu saling jual beli serangan untuk menambah jumlah gol.

Usai laga, pelatih Indonesia Rasyito Amsya mengatakan jika Thailand memang pantas untuk jadi juara yang punya persiapan lebih lama menjelang AUG.

“Thailand bermain penuh tenaga dan persiapan mereka lebih lama dari kita. Sementara kita cuman beberapa hari.   Jadi mereka pantas jadi juara,” Rasyito.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberi dukungannya, begitu juga dengan pemain yang sudah berusaha memberikan yang terbaik , walau hasil ini tidak maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, pelatih Thailand Krit Singprecha merasa bahagia bisa mempertahankan gelar juara di AUG. Terlebih, mereka bisa mengalahkan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Kami senang bisa menyumbangkan medali emas. Kemenangan ini untuk masyarakat Thailand, terima kasih kepada sema pemain yang sudah berusaha maksimal,” kata Krit.

 

TEKS    : IQBAL

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *