12 Pejabat di Kabupaten OKI Positif Narkoba

Salah satu petugas dari BNN melakukan uji tes salah satu sample urin. foto ; Iwan Cheristian

Salah satu petugas dari BNN melakukan uji tes salah satu sample urin. | Foto ; Iwan Cheristian

KAYUAGUNG – Sebanyak 12 pejabat di Kabupaten OKI terdiri dari dua kepala dinas, dua camat, dan delapan kepala desa akan dibina dan direhabilitasi secara khusus, karena terbukti mengkonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan beberapa hari lalu.

Siapa saja mereka? Wabup OKI HM Rifa’i SE kepada wartawan, Rabu (17/12) siang mengaku tidak etis jika menyebutkan satu persatu identitas pejabat tersebut. Namun, dia mengakui udah ini mengetahui indentitasnya berdasarkan laporan dan BNN Sumsel dan BNK OKI.

“Ya, saya rasa tidak etis jika nama-nama mereka dimunculkan ke publik, tapi saya dan pak bupati sudah mengetahui. BNN Sumsel dan BNK OKI yang menggelar tes urine beberapa hari lalu sudah memberikan laporan hasil tes tersebut, termasuk nama-nama pejabat yang positif narkoba,” kata Wabup OKI.

Dikatakan mantan anggota DPRD OKI dari Fraksi Demokrat tersebut, dirinya menyesalkan adanya pejabat publik yang terlibat narkoba bahkan sebagai pencandu narkoba. Meskipun pemeriksaan urine positif, namun bisa juga akibat pengaruh obat-obatan lain selain narkoba seperti obat penenang.

Sambungnya, jika hasil tes urine positif ini disebabkan narkoba dan bukan obat penenang, tentu sangat ia sesalkan. Katanya, sangat tidak akan maksimal kinerja pejabat publik jika sebagai pecandu Narkoba.

Cakmano nak begawe kalo dipengaruhi narkoba,” ungkap pria keturunan etnis Jawa tersebut.

Wabup OKI yang pernah menjabat Kades di OKI ini menerangkan, Pemkab OKI akan melakukan pembinaan kepada 12 pejabat tersebut.

“Pembinaan dalam bentuk rehabilitasi dan akan diawasi intensif, tujuan agar ada efek jera sehingga mereka stop makan narkoba,” sambung HM Rifa’i.

Juga ia berkata, bagi kades atau pejabat yang tertangkap polisi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk memprosesnya. Meskipun nantinya pejabat atau Kades itu terbukti bersalah dan dihukum penjara, ia menjamin roda pemerintahan di SKPD dan desa akan tetap berjalan karena akan ada penunjukkan pelaksana tugas (Plt).

Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) OKI Sudiyanto Djakfar SSos MSi mengatakan, dirinya juga mengaku tidak layak untuk menyampaikan ke media massa terkait identitas 12 pejabat OKI yang urinenya positif Narkoba. Namun ke depan, pihaknya akan melakukan tes serupa karena masih ada Kades yang belum dites urine.

“Mengenai sanksinya, kami serahkan sepenuhnya kepada pak bupati,”ujarnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *