Penerima Kuliah Gratis Masih Dikaji

Secend--

PALEMBANG – Program kuliah gratis yang akan diberlangsungkan 2015 sudah semakin matang. Terbukti sudah hampir siapnya Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) terkait program bantuan kuliah gratis yang dicanangkan Pemprov Sumsel.

Kepala Bidang Perundang-Undangan Biro Hukum dan HAM Setda Sumsel, Kabul Aman, mengatakan, Raperda kuliah gratis masih dibahas bersama instansi terkait yakni Pemprov Sumsel, Diknas Sumsel, dan lainnya. Hal itu karena kuliah gratis baru dilaksanakan kali pertama di Sumsel dan perlu pematangan dengan koordinasi yang lebih strategis.

“Kami masih sempurnakan Raperdanya. Untuk saat ini, sudah ada beberapa poin yang dibahas yakni penerima program kuliah gratis yakni calon mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga sejahtera,” ujarnya.

Ia menuturkan, bentuk bantuan dari program gratis itu yakni uang kuliah tunggal, biaya kuliah tunggal per semester/SPP. Diketahui, dana yang disiapkan guna kuliah gratis berasal dari APBD sehingga bentuk penyalurannya dari Pemprov Sumsel ke rekening perguruan tinggi tempat mahasiswa itu terdaftar.

“Universitas yang akan menjadi lokasi kuliah gratis masih dalam pembahasan, untuk tahap awal universitas negeri dulu. Yakni Unsri dan UIN Raden Fatah,” cetusnya.

Jelasnya, biaya kuliah tunggal adalah keseluruhan biaya operasional mahasiswa per semester pada prodi di perguruan tinggi. Sementara uang kuliah tunggal adalah sebagian biaya kuliah tunggal atau uang spp atau uang kuliah yang menjadi kewajiban setiap mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita akan berikan program kuliah gratis ini kepada mereka yang ingin melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk seleksinya, akan disusun kembali oleh tim penyeleksi,” tukasnya.

Nantinya, kata dia, mahasiswa yang mendapat bantuan akan dibubuhi persyaratan. Diantaranya, harus bisa mentaati peraturan perguruan tinggi, menyelenggarakan kuliah tepat waktu, membuat laporan kemajuan pendidikan tiap tahun dan harus bisa mencapai nilai prestasi kumulatif yang baik.

“Besaran minimal angkanya masih disesuaikan dengan jurusan masing-masing yang diambil. Kami akan membuat juga bagaimana konsekuensi mahasiswa jika tidak terpenuhi penilaian tersebut,” pungkasnya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *