Pemuda Bangsa Harus Jauhi Narkoba

GAGASAN-02

FOTO---Gagasan-2---riris

Riris Winarwati (Mahasiswi Jurnalistik Fak. Dakwah UIN Raden Fatah Palembang)

 

Sudah menjadi rahasia umum, narkoba sangat berbahaya bagi penggunanya. Seperti ungkapan, ‘api kecil adalah kawan dan jika menjadi besar adalah lawan’. Ini ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan tentang narkoba.
Dalam dunia medis, narkoba bisa menjadi obat-obat yang berkhasiat untuk penyembuhan. Penggunaan narkoba dalam dunia medis, adalah legal. Nah, yang menjadi penyalahgunaan adalah ketika seseorang yang mengonsumsi narkoba tanpa adanya pengawasan dari seorang ahli kesehatan atau dokter.

Bila seseorang menggunakan narkoba tanpa pengawasan dokter, akan sangat membahayakan si pengguna. Karena umumnya, narkoba mengandung zat-zat beracun yang bisa menyebabkan pengguna narkoba akan selalu ketergantungan atau kecanduan terhadap obat-obatan tersebut. Bahkan dapat merusak organ-organ tubuh, mempengaruhi berkurangnya daya pikir seseorang atau membuat pikiran menjadi tidak rasional dan kerusakan otak secara permanen. Akibat yang lebih mengerikan lagi adalah berujung pada kematian.

Dilihat dari segi penggunaannya, narkoba dibedakan menjadi 2 golongan. Yakni pengguna narkoba ‘jalanan’ (ilegal), dan penggunaan narkoba legal dalam dunia medis yang disalahgunakan. Dari penggolongan jenisnya, narkoba di bedakan menjadi 3 golongan besar yakni narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya. Ketiga jenis narkoba tersbut juga sering disebut dengan napza.

Data dan fakta menunjukkan, persentase tertinggi penguna narkoba adalah anak-anak sekolah dan anak-anak remaja. Sedangkan lokasi tempat mereka ‘menikmati’ barang haram tersebut umumnya di kos-kosan, club-club malam, diskotik dan lain sebagainya. Mereka dijadikan sasaran empuk oleh para pengedar, untuk mengeruk keuntungan dari penjualan barang haram tersebut. Tidak pada mereka saja, kalau kita menonton berita di televis, banyak contoh kasus artis-artis yang terlibat dengan penggunaan narkoba. Bahkan, ada yang tertangkap sampai 2 kali dalam kasus yang sama. Ini menunjukkan cengkeraman narkoba yang sangat hebat pada seseorang sehingga sulit untuk melepaskannya.

Sebagaimana dalam pepatah mengatakan bahwa, “Remaja adalah generasi penerus orang tua”. Istilah ini, sering diperbincangkan di berbagai perbincangan media masa ataupun media elektronik. Bahkan ilmu pengetahuan modernpun, selalu memperbaharui dan mengembangkan teori-teori yang berkaitan dengan remaja.

Sebagai generasi penerus seharusnya remaja memiliki katangguhan fisik dan psikologis. Namun, tidak semua remaja bisa di andalkan sebagai generasi penerus orangtua. Karena tidak sedikit kasus-kasus kenakalan di alami oleh remaja, baik itu perkelahian dan narkoba. Terutama bagi mereka yang berada di tahap remaja awal. Tidak sedikit juga prestasi-prestasi diraih oleh remaja. Itulah keunikan remaja, ada yang berprestasi ada juga yang perlu dididik karena kenakalannya. Kemudian, siapa yang seharusnya dan bertanggungjawab mendidik remaja secara moral, secara akademik, dan secara spiritual? Salah satu pihak yang bertanggungjawab adalah guru atau tenaga pendidik.

Mengingat maraknya peredaran narkoba di Indonesia yang sepertinya hukum di Indonesia tidak membuat mereka (para pengedar atau bandar ) jera, selalu saja ada penyeledupan narkoba ke wilayah Indonesia. Ini menjadi tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi dan lebih mewaspadai anak-anak di dalam pergaulannya. Awasi tingkah laku dan pola hidup anak-anak. Orangtua harus peka terhadap perubahan sikap anak-anak, yang memang kalau mereka terlibat penggunaan narkoba akan terlihat dengan sangat jelas. Semua patut dan wajib menjaga dan melindungi mereka dari serangan hal semacam itu. Begitu mereka terjerumus, adalah masalah besar di kemudian hari.

Karena tanggungjawab itulah, seharusnya tenaga pendidik memahami betul perkembangan remaja baik secara fisik maupun psikisnya. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa, pembentukan kematangan fisik dan psikologi remaja di tentukan oleh banyak aspek. Diantaranya keluarga, lingkungan tempat tinggal, teman pergaulan dan sekolah. Nah, sekolah inilah yang seharusnya benar-benar menjadi tempat pendidikan ideal bagi remaja. Sebelum terlambat, jauhi narkoba.**




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *