Pemilik Usaha Kosan Resah

PALEMBANG – Rencana pemerintah yang akan menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) pada awal Januari 2015 mendatang membuat pemilik kosan-kosan merasa keberatan. Sebab harga kosan-kosan saat ini saja dirasa sudah saat merepotkan para pemilik usaha kosan-kosan.

Seperti yang diungkapkan oleh Komaria, salah satu pemilik kosan-kosan Robby yang berada di Jalan Srijaya Palembang. Komaria mengatakan, kenaiknya tarif listirik yang direncana pemerintah pada awal tahun 2015 mendatang akan menambah beban para pemilik kosan-kosan, sebab hal itu akan sangat berdampak dengan pendapatan.

“Jika pemerintah resmi menaikan tarif listrik, otomatis kita sebagai pemilik kosan-kosan juga akan menaikan tarif kosan. Hal itu agar dapat mengimbangi dengan biaya pengeluaran untuk membayar listrik,” katanya, Selasa (16/12).

Menurutnya, saat ini saja untuk harga kosan-kosan dirasa sudah cukup memberi beban bagi para penyewa kosan, hal ini dikarenakan banyak dari penyewa yang sudah mengelukan dengan rencana akan mahalnya tarif kosan.

“Tarif kosan-kosan kita perbulannya ada yang Rp 300 ribu untuk kamar mandi luar, sedangkan Rp 500 ribu untuk kamar mandi dalam. Jadi jika memang pemerintah akan menaikan tarif listrik biaya kosan pihaknya juga berencana akan menaikan tarif kosan sekitar Rp 50 ribu. Hal ini agar mengimbangi dengan biaya pengeluaran,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pitri pemilik kosan yang berada di Jalan Swadaya Km 5. Menurut Pitri dengan rencana pemerintah yang akan menaikan tarif listrik dirasa akan menambah beban para peguasaha kecil seperti kita ini. Pasalnya, kebanyakan penghuni kosannya banyak oranag lama yang tinggal di sini. Jika menaikkan uang sewa kosan bisa-bisa
anak kosnya memilih memutuskan pergi.

“Kita akan naikkan sewa kosan, namun berlaku bagi orang yang akan baru enyewa kosan ditempat kita ini,” ujarnya.

Tak hanya pemilik usaha kosan yang dipusingkan oleh rencana kenaikan listrik, namun pengusaha laundry juga merasa berat dengan rencana pemerintah tersebut. Menurut, Ajeng pemilik Londry Sasa yang berada di kawasan Sekip Ujung. Dia mengatakan jika tarif listrik naik, otomatis pengeluarannya juga akan bertambah. Saat ini usaha Londrynya menggunakan lima mesin cuci dan dua strika pelicin baju yang selalu digunakan setiap waktu.

“Kalau emang naik, mau gak mau kita juga naikkan harga. Kita kan emang pakai listrik untuk usaha. Jika kemudian ongkos terlalu mahal, dikhawatirkan juga berpengaruh dengan langganannya yang bisa jadi akan berkurang,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *