Janda Kembang Tewas Gantung Diri

kriminal

Janda Kembang Tewas Gantung Diri

EMPAT LAWANG – Kejadian bunuh diri kembali menggemparkan warga Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Kemarin (16/12) sekitar pukul 09.30 WIB, Yesmiana alias Yes (30) ditemukan gantung diri di dalam kamar rumahnya, di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsumteng), Tanjung Beringin RT 01/07, Kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, janda kembang baru sekitar enam bulan bercerai dengan suaminya ini, tinggal sendirian di rumah panggung berbahan kayu. Sedangkan di bawah rumahnya dijadikan usaha jahit pakaian.

Kejadian tersebut diketahui setelah adiknya Anisa (20) hendak membangunkan korban di dalam kamarnya. Namun pintu kamar terkunci, jendela kamar juga masih tertutup rapat, korban juga tidak menjawab panggilan adiknya.

Anisa pun curiga terjadi apa-apa terhadap korban di dalam kamar lalu menelpon kakaknya Irwan (35) untuk membantu mendobrak pintu kamar. Nahas setelah pintu didobrak, korban sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung di tengah kamar menggunakan tali tambang warna biru. Tali tersebut diikatkan pada kayu balok atap kamarnya.

Melihat korban sudah kaku pihak keluarganya langsung menurunkan korban untuk disemayamkan. Karena ada teriakan dan tangis gaduh di rumah korban, warga sekitar pun berdatangan.

Ketua RT 01, Safran mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian korban terlihat biasa-biasa saja. Namun setelah diceraikan suaminya sekitar enam bulan yang lalu memang korban terlihat sering melamun. “Informasinya korban diceraikan karena divonis dokter tidak bisa punya anak. Sekarang suaminya ada di Curup Provinsi Bengkulu,” ujar Safran dibincangi, kemarin.

Senada yang dikatakan Ketua RT 03, Maknur, korban mempunyai masalah dengan suaminya hingga bercerai. “Sudah bersuami dan belum memiliki anak. Sejak bercerai, korban tinggal sendirian,” kata Maknur.

Secara terpisah, Kapolres Empat Lawang AKBP M Ridwan melalu Kasat Reskrim AKP Nanang Supriatna menjelaskan, setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui korban murni melakukan bunuh diri. Tapi untuk penyebab korban melakukan tindakan tersebut masih dipelajari dan didalami oleh pihaknya. “Korban murni bunuh diri. Kami masih mendalami perkara ini dan meminta keterangan dari pihak korban dan saksi-saksi lain, namun nanti setelah proses pemakaman korban.

Kami juga mengimbangi pihak keluarga korban yang masih berduka. Keterangannya nanti juga tergantung pihak keluarga apakah terbuka atau tidak,” jelas Nanang.

Lanjut Nanang, ia belum bisa memastikan kapan korban melakukan bunuh diri dan berapa lama korban tergantung di dalam kamar. “Itu dilakukan dan ditangani tim medis,”tukasnya.

TEKS: SAUKANI
EDITOR: SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *