TV Prabayar Rugikan Operator

 

Ilustrasi | Liputan6.com

Ilustrasi | Liputan6.com

PALEMBANG – Maraknya pencurian TV prabayar oleh operator ilegal, maka Fact Sheet PTMNC Sky Vision Tbk sebagai stasiun TV resmi terus memerangi operator ilegal yang membajak hak siar terhadap TV prabayar yang resmi. Untuk memerangi operator ilegal tersebut pihak MNC Sky Vision bekerjasama dengan Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) sebagai wadah industri TV berbayar yang sah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan pihak Kepolisian.

 

Head of Marketing Product dan PR Marketing Division, Ramadhani mengatakan dengan maraknya operator TV berbayar ilegal, hal ini dapat merugikan TV prabayar, oleh sebab itu pihaknya terus memerangi TV ilegal tersebut. Namun menurutnya, hal tersebut tentu bukan perkara gampang. Hingga kini ratusan bahkan mungkin ribuan operator siaranilegal masih tetap tersebar di penjuru tanah air.

 

“Ada banyak cara yang dilakukan oleh operator ilegal ini untuk menarik konsumen salah satunya dengan memasang tarif murah dalam pemasangan chanelnya. Hal ini saat berbeda dengan operator TV prabayar yang resmi, untuk tarif yang dipasang lebih mahal. Selain itu kualitas gambar yang ada pada chanel tidak pernah mengalami ganguan walaupun ada hujan petir,” katanya, Senin (15/12).

 

Lanjutnya, dari aksi penindakan itu, terdapat puluhan operator TV ilegal di berbagai daerah yang saat ini telah teridentifikasi. Di antaranya adalah Kalimantan Timur, Batam, Makasar, Jawa Timur, dan Manado.

 

Namun menurut Ramadhani, berdasarkan data APMI sudah terdapat 2000 pelaku usaha televisi prabayar yang meredistribusikan siaran secara ilegal di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, diperkirakan jumlah pelanggan televisi berbayar ilegal di Indonesia mencapai 1,4 juta rumah tangga.

 

“Namun dari beberapa operator ilegal yang sudah tertangkap tidak semata-mata di proses hukum secara akurat, hal ini dikarenakan masih lemahnya payung hukum di negeri ini. Banyak dari para tersangka hanya dikenakan hukuman di bawah satu tahun, hal itu terlihat dengan lemahnya payung hukum yang menaungi TV prabayar yang ada di negeri ini,” ungkapnya.

 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Regional Sales Manager Trans Vision Sumbagsel, Yunus Sapang saat diwawancarai mengatakan, dengan adanya operator TV prabayar ilegal, hal ini sangat merugikan sekali bagi para operator TV yang resmi seperti Tran Vision. Namun dirinya berharap agar pemerintah kedepan lebih tegas menidaklanjuti dengan maraknya pencurian chanel oleh okunum-oknum tak bertangung jawab tersebut. Sehingga tidak adalagi operator resmi yang dirugikan oleh pihak-pihak tak bertangung jawab.

 

“Di sinilah kita dapat melihat ketegasan pemerintah dalam memberantas maraknya operator TV prabayar yang ilegal. Karena kalau pemerintah tidak tegas dalam menangani permasalahan ini maka, pihak yang dirugikan adalah TV prabayar yang legal,” ujarnya.

 

 

TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *