Sekolah Rusak, Bupati dan Gubernur “Tutup Mata”

  • Madrasah Babul Falah Butuh Perhatian

MUARAENIM – Dunia pendidikan kini terus beriring dengan kemajuan teknologi. Hampir semua murid di sekolah, terutama di perkotaan, tak asing lagi dengan jaringan internet, media sosial dan alat teknologi lainnya. Sebab mayoritas di kota-kota besar, fasilitas pendidikan sudah mengarah pada pemenuhan teknologi informasi.

Namun hingar bingarnya kemajuan tekonlogi informasi dalam dunia pendidikan, tak sebading dengan nasib yang dialami Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babul Falah yang berada di Tanjung Bunut Kecamatan Belide Darat Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel). Jangankan teknologi, sarana dan prasarana di sekolah itu sangat terbatas. Bukan hanya peralatan dan perlengkapan sekolah yang sanbat minim, perangkat lain seperti meubeler (meja dan kursi) nyaris masih sangat kurang. “Bagaimana mungkin, murid dan guru akan menjalani proses belajar mengajar akan nyaman kalau sarana dan prasarana saja kurang,” ujar Kepala MI Babul Falah, Daiman, SPd.I, kepada Kabar Sumatera di rungan kerjananya belum lama ini. Kondisi sekolah yang demikian, menurut Daiman, mengakibatkan proses belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

Padahal, mennruut Daiman, dalam sejarah, madrasah merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang dipelopori oleh para kiai. Cikal bakalnya menurut Daiman, dari pondok pesantren. “Bahkan sampai sekarang pondok pesantren peninggalan para kiai itu masih ada di seluruh Indonesia. Salah satu warisan para kiai itu adlaah madrasah seperti yang kita kelola saat ini,” ujarnya.

Namun faktanya, Dailami menilai madrasah kesannya dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Padahal menurut Dailami, murid di madrasah merupakan bagian dari anak bangsa yang juga berhak dan sangat membutuhkan kenyamanan belajar sesuai dengan standar sarana pendidikan yang memadai.

Menyinggung tentang undang-undang (UU), Dailami menyebutkan, sesuai UU Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional, disebut Dailami, pemerintah berkewajiban memperhatikan dan memenuhi sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan setiap sekolah baik di kota maupun di pelosok.

“Tetapi kenyataannya, sampai saat ini masih ada sekolah seperti madrasah kami yang dihadapkan banyak kendala di lapangan. Masih saja ada sekolah yang tidak memiliki sarana belajar mengajar yang lengkap, seperti perangkat meja dan kursi, belum lagi perlengkapan belajar lainnya jauh dari tercukupi,” ujarnya.

Dailami mengatakan, sampai hari ini paling tidak sudah sudah 4 tahun pihaknya mengajukan proposal, namun hasilnya nihil. “Kami sudah sudah mengajukan proposal, baik ditujukan ke pemeirntah kabupaten maupun ke provinsi tidak pernah dipenuhi. Jadi hal inikah yang membuat kami merasa di anaktirikan ataupun dikucilkan oleh pemerintah karena sekolah kami berada di pelosok,” tambahnya.

Seharunsya menurut Dailami, Kabupaten Muara Enim dan Provinsi Sumsel yang sangat kaya sumber daya alam (SDA), bisa membantu perkembangan madrasah sebagaimana di daerah lainnya. “Namun mengapa kami yang menyelenggarakan pendidikan di daerah tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah? Jadi dikemanakan dana yang sangat dibutuhkan oleh anak bangsa dalam mendapatkan pendidikan yang memadai dalam mencerdaskan anak bangsa?” ujar Daiman setengah protes.

Ditanya tentang kebutuhan yang diperlukan, Daiman mengatakan, pihaknya mengatakan kebutuhan yang prioritas diantaranya akan meubeler berupa meja dan kursi di sekolah. “Perangkat di Madrasah Ibtidaiyah Babul Falah ini sudah harus diganti karena sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Dan yang lebih menyedihkan, sekarang para siswa yang sekolah di MI Babul Falah ini ada 150 siswa semuanya warga sini,” ujarnya.

Mellaui pembertaan ini, Daiman meminta kepada Pemkab Muaraenim terutama kepada Buoati Muzakir Sai Sohar, agar bisa peduli terhadap Mi yang ia pimpin. “Kami mengetuk hati Bapak Bupati Muara Enim Ir. Muzakir Sai Sohar dan Gubernur Sumsel Bapak Ir. Alex Nurdin agar dapat kiranya memperhatikan sekolah-sekolah di pelosok terutama di daerah seperti di daerah kami yaitu Madarasah Ibtidaiyah Babul Falah Desa Tanjung Bunut Kecamatan Belide Darat Kabupaten Muara Enim,” pungkasnya.

 

TEKS   : IRSAN MATONDANG

EDITOR  : IMRON SUPRYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *