Polisi Amankan Bus Pariwisata Bernopol Aceh yang Berisikan Narkoba Senilai 10 M

Barang Bukti Narkoba yang disita Polisi Daerah Sumatera Selatan | Dok KS

Barang Bukti Narkoba yang disita Polisi Daerah Sumatera Selatan | Dok KS

  • Polisi Amankan Bus Pariwisata Bernopol Aceh
  • Sabu dan Ekstasi Hendak Dibawa ke Bogor

PALEMBANG – Jajaran Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) tak main-main dalam memberantas peredaran narkoba yang kerap masuk ke Kota Palembang. Tidak tanggung-tanggung kali ini petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba senilai Rp10 miliar, Senin (15/12) pukul 10.00 WIB.

Penangkapan besar-besaran ini tidak lepas dari informasi yang diberikan masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Dari pengrebekan yang dilakukan, petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat tiga kilogram dan 25 ribu pil ekstasi dengan harga perbutirnya Rp 300 ribu.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Iza Fadri menjelaskan, bahwa pengkapan tersebut, bermula dari anggotanya yang mendapatkn informasi, bahwa adanya pengiriman narkoba secara besar-besaran dengan jalur darat yang menggunakan bus pariwisata. Petugas yang sudah mengintai kendaraan tersebut langsung menyergap bus, saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tanjung Api-api.

“Saat kita datangi, bus pariwisata tengah mengisi BBM di SPBU Soekarno-Hatta. Karena melihat bus bernopol Aceh, kita periksa dan didapati sabu di bagian dashboard. Sementara, 25 ribu ekstasi di dalam blower AC yang terbungkus plastik,” jelasnya.

Untuk sementara, kata Iza, sabu dan ekstasi yang diamankan ini akan dibawa ke Bogor. Namun, penyidik tentunya tidak akan percaya begitu saja mengingat banyaknya pasokan sabu dan ekstasi yang diterima ‘pengusaha’ narkoba di Palembang. Bisa jadi, keempat warga yang diamankan sengaja singgah di Palembang untuk menunggu kedatangan pembeli di Palembang.

“Warga yang diamankan memang ngakunya tidak mengetahui, namun tetap akan kita kembangkan. Kita juga akan memanggil pemilik bus,” kata Iza.

Dari penangkapan ini, empat pria diamankan. Masing-masing diketahui bernama Madison Gultom (36), Safrizal (34), Edi Erwansyah (39), dan Zulfikar (23). Keempatnya mengaku tidak tahu jika bus pariwisata yang mereka tempati terdapat sabu dan ekstasi. Selain itu, bus pariwisata bermerk PT Putra Pelangi sudah diamankan di Mapolda Sumsel.

“Saya hanya disuruh membawa bus ke Bogor oleh pemilik bus. Hal ini selalu kami lakukan karena trayek kami memang Medan-Bogor,” kilah Edi, sopir bus.

Terkait keberadaan tabung oksigen yang ia bawa, dikatakan Edi, tabung itu akan diantar ke seseorang yang ada di Bogor. Ini merupakan perintah langsung dari pemilik bus. Edi sendiri tidak mengetahui apa isi dari tabung oksigen tersebut. Ditegaskannya, ia hanya diperintah pemilik bus untuk mengantar tabung itu ke Bogor.

Masih kata Edi, ia sudah lama kerja sebagai sopir di PT Putra Pelangi. Selama ia kerja, baru ini ia sadar ada narkoba di dalam bus ekspedisi yang ia kendarai. Sekali jalan, Edi di upah Rp 3 juta.

“Karena lokasi jauh, saya selalu mengajak Madison untuk menjadi sopier cadangan. Kami juga mengajak dua kernet untuk bergantian tugas. Jujur, saya tidak cemas dengan penangkapan ini karena memang tidak mengetahuinya,” kata Edi, yang tercatat sebagai warga Aceh.

Tiga pria yang diamankan enggan berkomentar banyak. Mereka pun menegaskan sama sekali tidak tahu keberadaan sabu dan ekstai yang dijumpai polisi.

“Saya ditelpon Edi untuk menemani dia ke Bogor. Saya tidak curiga karena memang biasanya ke Bogor. Saya benar-benar tidak tahu kalau ada sabu dan ekstasi,” kata Madison.

 

TEKS   : RINALDI SYAHRIL

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *