Menanti Aksi 1000 Agen BriLink

Bank BRI | Ist

Bank BRI | Ist

Guna menjangkau dan menggali potensi bisnis di kawasan pedesaan dan pedalaman, Bank Rakyat Indonesia (BRI) ikut serta menggalakan program Layanan Keuangan Digital (LKD)/ Branchless banking. Agen LKD atau disebuat agen BriLink oleh BRI resmi dilaunching secara nasional, Minggu (12/12).

“Launchingnya serentak hari ini di Indonesia, dan BRI Kanwil Palembang melaksanakannya di sala satu agen BriLink kita,” ungkap Khairullah, Pimpinan Wilayah BRI Kanwil Palembang. Lanjutnya, layanan BriLink merupakan sebuah inovasi dalam akses kepada masyarakat yang belum terlayani perbankan (unbaked).

Untuk itu, dengan adanya layanan ini maka masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk melakukan transaksi perbankan cukup mendatangi agen BriLink yang ada di kawasannya. Sejak Agustus 2014 lalu, BRI Kanwil Palembang, sudah memiliki 643 agen BriLink. Sementara untuk wilayah Sumsel ada 358  agen.

“Hingga akhir tahun ini, kita targetkan 1000 agen untuk wilayah Kanwil Palembang termasuk Lampung, Bengkulu, Jambi dan Babel. Sementara di Sumsel, kita tergetkan 500 agen,” tambahnya.

Lanjutnya, dengan adanya agen ini masyarakat dapat melakukan transaksi perbankan seperti registrasi, setor tunai, tarik tunai, pembayaran PLN, Pulsa, tiket pesawat, BPJS dan lainnya.

Agen ini cukup membantu masyarakat dan dapat mengedukasi transaksi perbankan.  “Selain itu setiap transaksi yang dilakukan ada tarifnya namun murah dibanding pergi ke kota untuk mencari Bank. Dari tariff tersebut bisa menjadi pendapatan tambahan bagi agen itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Pemkab Banyuasin, Hazairin Zaini SH mengatakan bahwa dengan adanya agen di kawasan pelosok ini cukup membantu masyarakatnya. Pihaknya berharap, agar wilayah lain seperti di kawasan Pulau Rimau maupun Sungsang  juga memiliki agen BriLink sehingga dapat membantu masyarakat dalam melakukan tarnsaksi perbankan.

“Di kawasan Banyuasin ada 19 Kecamatan dan 308 desa/kelurahan.Diantara itu, ada beberapa wilayah yang termasuk pedalaman dan belum terlayani transaksi perbankan. Sehingga kami berharap BRI dapat memperioritaskan agen- agen di wilayah kita tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Sudarta, Manajer Economist Finance And Economic Assessment Team Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, bahwa BI terus menggalakan program LKD tersebut. Saat ini Bank Indonesia Wilayah VII Palembang sedang melakukan riset untuk mencari 3 Kota/kabupaten mana dari 16 kab/kota Sumsel yang akan menjadi prioritas awal Branchless Banking.

Program ini menggunakan alat telekomunkasi (hand phone), maka kota/kabupaten yang dipilih harus memliki jaringan telekomunikasi atau sinyal yang bagus. Lanjut Sudarta, kota/kabupaten yang menjadi prioritas ditempatkannya agen Branchless Banking, tersebut hanya rekomendasi dari BI. Nantinya pihak perbankan yang memutuskan hal tersebut.  “Kita hanya memberikan rekomendasi dari hasil riset saja,” tambahnya.

Saat ini baru 2 Bank yang mendapatkan izin untuk menyebarkan agen Brancless Banking yakni Mandiri dan BRI. Sedangkan 2 bank lagi sedang berproses. Yang menjadi agen sendiri syaratnya harus sudah memliki usaha di lokasi tersebut minimal 2 tahun. Lalu selanjutnya mampu memahami operasional LKD yang nantinya juga akan dilatih dan utamanya memiliki telepon genggam.

 

TEKS  : AMINUDDIN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *