Lima Tersangka Korupsi Rymah Ibadah di Pagaralam Resmi Ditahan

ilustrasi

ilustrasi

PAGARALAM – Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek pembangunan rumah ibadah yang didanai APBD Tahun 2013 senilai Rp 5,12 miliar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam akhirnya melakukan penahanan terhadap 5 orang tersangka. Sementara tiga diantaranya masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di lingkup pemerintah kota (pemkot) Pagaralam yakni Mantan Kepala Dinas Sosial yang kini menjabat staf Ahli Yan Hepta, Arjoni Kabid Pengairan dinas PU sebagai PPK dan Hanafi Kabid Banjamsos Dinas Sosial selaku PPTK pengerjaan proyek bangunan dimaksud.

Kemudian dari pihak pelaksana, Kejari Kota Pagaralam juga menahan dua tersangka, yakni Liki Apriansyah dan Taufik sebagai kontrkator dari tiga CV. yakni CV Limas Konstruksi yang mengerjakan masjid di Simpang Padang Karet, CV Media Karya Cipta membangun Masjid Terminal Nendagung, dan CV Cik Ning masjid di Tanjung Cermin.

Kajari Kota Pagaralam Ranu Indra SH melalui Kasi Intelijen Syahril Siregar SH didampingi Kasi Pidsus Nolly Wijaya SH mengemukakan, penahanan terhadap 5 tersangka proyek pembangunan rumah ibadah berdasarkan Surat perintah penahanan (Suprinthan) Nomor 01-/N.6.15.6/Fd.1/12/2004 (Yan Hepta) Nomor : 02/N.6.15.6/Fd.1/12/2014 (Arjoni) Nomor : 03/N.6.15.6/Fd.1/12/2014 (Hanafi). Selanjutnya untuk pihak ketiga Nomor : 04/N.6.15.6/Fd.1/12/2014 (Liki Apriansyah) Nomor : 05/N.6.15.6/Fd.1/12/2014 (Taufik).

“Kelima tersangka akan menjadi tahanan penyidik selama 20 hari untuk semantara waktu ini. Namun, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang pada Januari 2015 nanti,” bebernya, kemarin (15/12).

Dikatakan Syahril, sesuai hasil audit BPK awal Desember 2014 lalu terhadap pengerjaan rumah ibadah dimaksud, Negara dirugikan sekitar Rp.376 Juta.

“Meski begitu, mereka yang telah di tahan di Rumah Tahanan Kota Pagaralam, akan terus kita pintai keterangannya sebagai bahan ke persidangan nanti,” katanya.

TEKS:ANTONI ZEFRI
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *