Alex Tahan DIPA Empat Kabupaten, ada apa ?

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel | Dok KS

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel | Dok KS

PALEMBANGT – Usai menerima langsung dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Presiden RI Joko Widodo beberapa hari lalu. Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dengan cepat langsung menyerahkan dana tersebut yang diberikan kesemua Kabupaten/Kota di Sumsel. Dari 17 Kabupaten/Kota yang ada, terdapat empat Kabupaten yang ditahan supaya jangan diserahkan terlebih dahulu.

Alex Noerdin mengatakan, dirinya tidak menyerahkan atau membekukan sementara DIPA 2015 4 Kabupaten tersebut dikarenakan kepala daerahnya tidak datang atau menghadiri penyerahan DIPA 2015 secara langsung.

“Untuk menerima DIPA 2015 ini jangan Sekda yang menerimanya tapi harus kepala daerahnya langsung,” katanya.

Dalam mengambil atau menerima DIPA 2015 dari Presiden RI untuk Provinsi Sumsel, dirinya yang langsung mengambilnya tanpa diwakilkan. Dan kalau diwakilkan dengan Sekda kemungkinan DIPA 2015 untuk Provinsi Sumsel tidak akan diserahkan.

“Kalau memang kepala daerahnya berada di Jakarta kan bisa pulang dulu. DIPA ini kan sangat penting untuk daerah karena dipa ini merupakan simbol untuk melaksanakan program-program pemerintah pada lima tahun kedepan,” ujar Alex.

Jelas Alex, adapun keempat daerah yang belum menerima atau yang dibekukan DIPA 2015 nya oleh pihaknya yaitu Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas Utara (Mura) dan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

“Sebenarnya ada lima kabupaten/kota yang tidak menerima, namun karena Kabupaten Muratara memang belum ada kepala daerahnya jadi tidak terkena sanksi untuk DIPA 2015 dibekukan sementara,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk itu dirinya meminta kepada Sekda dari keempat kabupaten/kota tersebut untuk menyampaikan pembekuan sementara DIPA 2015 tersebut kepada kepala daerah masing-masing.

“Jadi sebelum kepala daerahnya menghadap saya maka dipa 2015nya akan dibekukan sementara, jadi segeralah keempat kepala daerah tadi menghadap saya,” ungkap Alex.

Alex menambahkan, bagi daerah yang telah menerima DIPA 2015 diharapkan dapat memanfaatkan anggaran secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Selain itu tingkatkan partisipasi masyarakat, tingkatkan kepercayaan masyarakat, maksimalkan forum koordinasi di daerah dan lakukan penghematan sarana prasaran seperti listrik, ac, perjalanan dinas dan rapat diluar kantor,” katanya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, undangan acara penyerahan DIPA 2015 untuk seluruh kepala daerah ini sudah disebar oleh pihaknya.

“Informasi dari Penrem undangan sudah disebarkan sejak beberapa hari yang lalu atau tepatnya hari kamis yang lalu dan juga sudah dilakukan komunikasi dengan protokol kabupaten masing-masing,” katanya.

Cetusnya, berdasarkan informasi yang diterima untuk bupati dan wakil bupati banyuasin tidak hadir dikarenakan sedang ada tugas di Jakarta.

“Sedangkan untuk Bupati Muba, Mura dan Pali belum ada informasi terkait ketidakhadiran bupatinya masing-masing,” ungkap Irene.

Untuk diketahui DIPA tahun anggaran 2015 yang diserahkan kepada Satuan Kerja di Provinsi Sumsel adalah sebanyak 644 DIPA dengan total alokasi dana sebesar Rp9,88 Triliun yang terdiri atas DIPA kewenangan satuan kerja pemerintah pusat (untuk kantor pusat dan instansi vertikal di daerah) berjumlah 449 DIPA dengan nilai Rp9,107 triliun dan DIPA kewenangan satuan kerja pemerintah daerah (terkait dengan dekosentrasi, tugas pembantuan dan urusan bersama) berjumlah 145 DIPA dengan nilai Rp773,83 miliar.

 

TEKS    : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *