Tol Palembang-Indralaya Seharga Rp 4 Triliun

Ilst. Tol Indralaya - Palembang

Ilst. Tol Indralaya – Palembang | antaranews.com

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus membahas rencana pembangunan proyek tol Palembang-Indralaya. Bahkan, kini rencana itu semakin matang dengan sudah dialokasikannya dana sebesar Rp 4,089 triliun untuk total pembangunan jalan tol.

Dana sebesar itu bukan hanya berasal dari kantong Pemprov Sumsel melalui penyertaan modal PD Prodexim, namun juga dari equity sharing PT Hutama Karya dan Jasa Marga Hal itu dibeberkan Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ruslan Bahri, kemarin. Pihaknya sudah semakin matang dalam melakukan perencanaan pembangunan, total investasi untuk pembangunan jalan tol Palembang-Indralaya sebesar Rp4,089 triliun.

“Dana Rp4,089 triliun itu dialokasikan untuk total kontruksi yang akan dikerjakan selama tiga tahapan,” jelas dia.

Rincian dana tersebut, kata Ruslan, yakni PT Hutama Karya dengan 92,20 persen, Jasa Marga 12,8 persen, dan PD Prodexim sebesar 5 persen. Jumlahnya memang 110 persen, hal itu karena semua pembiayaan yang juga termasuk hitungan pajak dan lain sebagainya.

“Kita masih membahas hitung-hitungan penggunaan alokasi dana ini di tahun ini. Pemprov melalui PD Prodexim yang nantinya akan menjelaskan ini dihadapan Gubernur Sumsel,” ujarnya.

Mengenai jasa patungan dalam pembiayaan kontruksi itu, akan terus dievaluasi dan diserahkan kepada perusahaan daerah. Diakuinya, Sumsel sudah terbiasa membangun jalan, dan keberadaan tol Palembang-Indralaya itu agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kemudahan di akses lintasan.

“Orientasi jalan tol itu kan lebih ke bisnis,” ungkapnya.

Untuk perencanaan pembangunan sepanjang 22 km itu, lanjut Ruslan, akan dimulai skema pembangunan seksi III Kota Terpadu Mandiri (KTM)-Simpang Indralaya. Lalu, dilanjutkan sesi II dari Pemulutan-KTM dan sesi I dimulai dari Palembang-Pemulutan.

“Rencananya pembangunan tiap seksi akan berjalan menumpuk, meskipun tahap sebelumnya masih berjalan,” tukasnya.

Ruslan menjelaskan, pembangunan jalan tol Palembang-Inderalaya ini direncanakan akan seperti tol Jakarta-Cikampek, yakni dibangun 4 jalur 2 arah dengan lebar jalur masing-masing 3,6 meter.

“Kita akan lakukan timbunan untuk jalan itu. Kita kan sudah terbiasa buat jalan seperti ini, tanah untuk timbunan bisa kita dapatkan darimana saja, di Inderalaya juga banyak tersedia,” beber dia.

Mengenai pembebasan lahan, kata Ruslan, sudah tidak ada lagi masalah. Pembebasan lahan untuk sesi I sudah selesai sepanjang 7 km di tahun sebelumnya.

“Untuk yang lain masih dalam proses. Yang jelas daftar nama-nama masyarakat yang lahannya terkena sudah ada dan sudah ada dananya,” pungkasnya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *