Sampah di Kota Palembang Masih tak Bermanfaat

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA  | Dok KS

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA | Dok KS

PALEMBANG – Sampah yang dihasilkan Kota Palembang saat ini sungguh luar biasa, sedikitnya 700-800 ton sampah dihasilkan per harinya. Namun, pemanfaatannya untuk menjadi barang ekonomis minim.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Kebersihan Lingkungan Masyarakat, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang, Armansyah mengatakan, sepekan 4.900 ton sampah bahkan lebih yang dihasilkan Kota Metropolis ini. Menurutnya sampah dibedakan menjadi dua bentuk yakni, sampah organik atau sampah-sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan, kotoran sapi dan lainnya.

“Kalau masyarakat mampu memanfaatkan, tentunya bisa menghasilkan uang. Caranya menjadikannya pupuk kompos dan lainnya,”katanya, saat dihubungi Minggu (14/12).

Kemudian sambungnya, jenis sampah lainnya adalah sampah non organik seperti, bekas botol minuman, plastik dan lain sebagainya. Kalau, masyarakat mampu untuk mengolahnya dengan baik, sampah yang dianggap kotor dan menjijikkan bisa menghasilkan uang.

“Untuk sampah non organik bisa di buat kerajinan. Seperti tas, mainan kunci, kipas tangan dan lainnya,”katanya.

Armansyah menyebutkan, upaya DKK Palembang untuk mengurangi jumlah sampah yang di angkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan, pihaknya akan memberikan pelatihan bagi masyarakat maupun komunitas untuk belajar melakukan pengolahan sampah.

“Kami bekerjasama dengan Negara Jepang melalui JICA untuk mengolah sampah baik organik maupun non organik sehingga sampah yang tidak terpakai lagi bisa dimanfaatkan,”sebutnya.

Armansyah menambahkan, dengan adanya pelatihan pengolahan sampahtersebut. Pihaknya optimis mampu mengurangi 20 persen sampah yang diangkut ke TPA Sukawinatan.

“Kami optimis dengan adanya kemampuan masyarakat mengolah sampah akan menjadi sesuatu hal positif. Terutama untuk menambah penghasilan,”harapnya.

Sementara itu, kepala DKK Palembang, Agoeng Noegroho mengatakan, komutias maupun masyarakat pencinta lingkungan di Palembang sebenarnya sudah ada yang mampu mengolah sampah menjadi barang yang ekonomis. Namun, angka tidak banyak.

“Ya sudah ada. Kami harap setelah adanya pelatihan itu, kedepan sampah bisa lebih dimanfaatkan lagi,” tukasnya.

 

TEKS   : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *