Proyeksi Pajak Dispenda Palembang Minim Target ?

Ilst. Pajak

Ilst. Pajak

PALEMBANG – Dua jenis pajak daerah yang dikelola oleh, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang, tahun 2015 di proyeksi mengalami penurunan, karena dianggap tidak memenuhi target pajak yang ditetapkan tahun 2014 ini.

Kabid Pengkajian dan Pengembangan Pajak Daerah, Dispenda Palembang, Meriza Novilia mengatakan, dua jenis pajak itu adalah sarang burung walet dengan persentase penurunan mencapai 58,33 persen dan pajak mineral bukan logam dan batuan mengalami penurunan 40 persen.

“Tahun 2014 pajak sarang burung walet di proyeksi Rp 30 juta. Namun, sampai akhir November hanya terealisasi Rp 26 juta. Oleh itulah, tahun 2015 mendatang targetnya hanya Rp 12,5 juta saja. Sementara untuk pajak mineral bukan logam dan batuan tahun 2015 targetnya hanya Rp 300 juta, menurun Rp 200 juta jika dibandingkan tahun 2014 dengan target Rp 500 juta,”katanya, saat dihubungi, Minggu (14/12).

Sambung Meriza, penurunan target dua jenis pajak itu sudah melalui proses pengkajian yang mendalam. Karena, jika target itu tidak terealisasi. Maka, akan tercatat sebagai hutang untuk tahun berikutnya.

“Catatan sebagai hutang itu, diatur dalam aturan perpajakan yang baru. Oleh itu, kami turunkan angkanya,”katanya.

Meriza menjelaskan, untuk menurunkan dua jenis pajak itu bukan tanpa alasan. Sebutnya, ada hal-hal yang sangat mendasar menjadi acuan pihaknya. Seperti, tidak menentunya penghasilan pengusaha sarang burung walet, begitu juga dengan pajak bukan logam dan batuan.

“Harga jual liur walet yang ada di Palembang ini turun drastis. Padahal, liur walet itu tidak banyak. Pengusahanya banyak yang mengeluh,” bebernya.

Tapi sambung Meriza, untuk mengimbangi dua jenis pajak yang turun tersebut, 9 jenis pajak lainnya mengalami peningkatan target di tahun 2015 mendatang. Misalnya pajak Hotel meningkat 32 persen dibandingkan tahun 2014.

“Tahun 2014 proyeksi pajak Hotel Rp 35,7 miliar, sementara di tahun 2015 meningkat menjadi Rp 47,2 miliar,”sambungnya.

Selain pajak hotel, proyeksi pajak yang mengalami peningkatan lainnya adalah pajak restoran, tahun 2014 sebesar Rp 38 miliar, sementara di tahun 2015 meningkat menjadi Rp 50,1 miliar.

“Secara keseluruhan target 11 jenis pajak yang dikelola Dispenda sudah over target, dari total target sebesar Rp 395 miliar sampai akhir November sudah terealisasi Rp 438 miliar lebih,”tukasnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *