Penghuni Lapas di Mapolres Ogan Ilir di Bekali Ilmu Agama

Pembekalan Ilmu Agama Oleh Petugas Lapas Ogan Ilir kepada  ara Penghuni Lapas, | Joen KS

Pembekalan Ilmu Agama Oleh Petugas Lapas Ogan Ilir kepada ara Penghuni Lapas, | Joen KS

Dari Sholat, Mengaji hingga Tausyiah

INDRALAYA – Sejumlah tahanan di Mapolres Ogan Ilir (OI), diberikan ilmu agama, mulai dari diajarkan sholat, mengaji hingga tausyiah.

Kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan para tahanan serta mendekatkannya diri kepada Allah SWT. Diharapkan, ika keluar dari penjara tidak melakukan tindakan kejahatan lagi.

“Ya, setiap hari kita lakukan sholat berjamaah. Imamnya yakni para tahanan juga. Mereka bisa mengerjakan sholat lima waktu,” ujar Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasubag Humas Polres OI, AKP Edison.

Ia menambahkan, untuk yang mengajari para tahanan mengaji, yakni anggota Polres OI yang memiliki pengetahui lebih tentang mengaji.

“Kita juga sering malukan sholat magrib berjemah dengan tahanan. Tiap malam jumat, tahanan juga melakukan yasinan bersama yang dipandu anggota kita,” tuturnya.

Tak hanya sampai disitu, para tahanan juga sering ‘disirami’ tausia oleh anggota bimmas, secara bergantian. “Kapolres juga tak segan-segan memberikan tausiah dan mengecek perlengkapan tahanan, air, odol, sabun, dan sebagainya untuk keperluan tahanan,” bebenya.

Sementara itu, salah satu tahanan mengaku sangat nyaman dengan situasi seperti ditahanan polres Ogan Ilir. “Keakraban tahanan satu dengan tahanan yang lain mudah sekali terjalin, ya kami senang dengan keadaan seperti ini. Mudah-mudahan, ilmu yang kami didapat di tahanan ini bisa menuntun kami ke jalan yang baik,” paparnya.

Salah satu keluarga tahanan polres, Imam, warga Kecamatan Pemulutan, yang kemarin membesuk anaknya mengaku, senang anaknya mendapatkan pembinaan tentang ilmu keagamaan di balik jeruji tersebut.

“Saya pribadi sangat mendukung apa yang dilakukan polres Ogan Ilir ini terutama kepada pak Kapolresnya. Kegiatan-kegiatan yang bisa kami lihat ini, kegiatan yang sangat positif sekali, mudah-mudahan anak saya bisa menyerap ilmu dibalik jeruji besi ini, dan keluar bisa jadi anak yang baik-baik,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan atau ilmu keagamaan ditahanan polres Ogan Ilir ini sudah menepis isu yang selama ini beredar, bahwa berada ditahanan, bukannya membuat seorang taubat akan perbutannya melainkan semakin menjadi.

“Ya paling tidak, keluarga kami bisa tenang meninggalkan anak kami ditahanan ini. Tidak seperti kata orang-orang, katanya kalau sudah masuk penjara akan disiksa oleh sesama tahanan. Itu artinya omong kosong,” pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *