Pedagang Keluhkan Harga Sewa Tenda di Event AUG 2014 yang Terlalu Mahal

Pengunjung stan di AUG Tahun 2014 nampak sepi. | Dok KS

Pengunjung stan di AUG Tahun 2014 nampak sepi. | Dok KS

PALEMBANG – Banyaknya penjual pernak-pernik yang ada di even Internasional Asean University Games (AUG),menyayangkan harga sewa tenda yg terlalu mahal.

Amir, pedagang dari kota Palembang yang menyewa tenda stan dalan event ini, merasa agak sedikit keberatan dengan harga sewa yang di berikan oleh panitia.

“Di bilang murah itu kalau sesuai dengan ramainya pengunjung, tapi ini mahal karena pengunjung sepi,” katanya, Minggu (14/12).

Ia berkata, jika soaialisasi terhadap masyarakat kota Palembang kurang merata, makadari itu antusias maysarakat kurang.

“Mungkin karena kurangnya sosialisasi AUG ini kepada masyarakat Kota Palembang, makanya sepi, mungkin juga sebagian dari masyarakat Kota Palembang ada yang kurang mengerti dengan event seperti ini,” katanya.

Amir, yang baru dua hari ini berjualan, mengaku jika omset penjualan nya sehari itu tidak menentu,” paling Rp 1 juta kalau sehari, karena baru beberapa hari jadi belum bisa memastikan omset,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan sewa di beberapa kota, Palembang adalah kota paling mahal untuk sewa tenda stan, bedanya bisa 50 persen untuk harga sewanya sendiri.

“Dibandung paling cuma Rp 2 juta, malah bisa lebih rendah, tapi ya mau gimana lagi kita jalanin aja dulu, yang penting jualan dulu,” katanya.

Barang yang ia dapatkan juga kebanyakan dari luar pulau Sumatera, seperti dari Bandung dan Tanah Abang Jakarta, yang modalnya bisa lebih murah dibanding memesan langsung dri Palembang.

“Kalau barang, saya ambil banyak dari Bandung dan Tanah Abang, ada juga yang dari Pasar 16 Ilir Palembang, bedanya bisa sampai Rp 60 ribu per grosir,” ucapnya.

Lain halnya dengan Dodi, pedangan yang yang datang langsung dari Kota Bandung ini mengatakan menurutnya harga sewa tenda itu termasuk wajar dengan event bertaraf Internasional.

“Kalau menurut saya masih wajar, karena biasanya tergantung dari eventnya juga, kalau Internasional gini sih masih wajar lah ,” tuturnya.

 

TEKS  : YUNI DANIATI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *