Kontingen Takraw Indonesia di AUG 2014 Tanpa Emas

Ilst. Takraw

Ilst. Takraw

Palembang – Tim takraw Indonesia gagal meraih emas di ajang ASEAN University Games (AUG) ke-17 Palembang setelah partai terakhir, double event putri dipaksa menyerah dua set langsung ( 21-13,21-14) oleh Thailand di GOR Ranau Jakabaring, Minggu (14/12).

Kendati didukung oleh ratusan suporter, namun tak membuat Nur Isni Cikyta dan kawan-kawan mampu meladeni tim Thailand yang acapkali melancarkan smes-smes keras dan mematikan.

Indonesia sendiri hanya sesekali mendapatkan angka dari kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan oleh pemain Thailand.  Set pertama berakhir, Indonesia harus menderita kekalahan  21-13.

Di set kedua, Petakraw putri Thailand tetap mendominasi game, kembali dengan mengandalkan permainan cepat dan smes mematikan mereka kerapkali dengan mudah menambah poin.

Sedangkan serangan dari Indonesia selalu kandas, karena tembakan yang dilancarkan tidak terarah. Thailand pun dengan mudahnya mempermainkan srikandi-srikandi Indonesia tersebut. Alhasil, Thailand sukses menyudahi game kedua dengan skor 21-14.

Kegagalan itu membuat Indonesia harus merelakan keinginan untuk mendulang medali emas pertamanya. Serta harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu dipetik oleh Myanmar yang memecundangi tim B Indonesia.

Hingga hari terakhir, Minggu (14/12), Tim Takraw Indonesia hanya mampu bertengger di posisi kedua, dengan raihan 2 perak dan 2 perunggu. Sedangkan juara umum direbut oleh Thailand yang megumpulkan 5 emas dan 3 perak. Tempat ketiga menjadi milik Myanmar 2 perunggunya.

Usai laga, Manajer Timnas Takraw, Suistiqlal Effendi mengakui jika Thailand lebih baik dari anak asuhnya yang sebelumnya memang diwaspadai sebagai kompetitor terberat di ajang ini.

“Kita akui Thailand memang lebih baik. Karena kita tahu selama ini Thailand jadi kiblat sepak takraw. Jadikan ini pembelajaran untuk kedepan. Tapi secara permainan dan teknik, kita tidak kalah jauh dengan Thailand,” kata Suistiqlal.

Selain itu, Suistiqlal mencermati faktor fisik menjadi salah satu penyebab anak asuhnya gagal meraih medali emas.

“Fisik anak-anak terlihat kewalahan. Karena mulai dari penyisihan hingga semifinal tidak ada jedah istirahat. Kedepan kita fokus prioritaskan fisik,” tandasnya.

 

Teks  : Iqbal

Editor  : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *