Susi Air Terbang Pagaralam-Palembang Setiap Hari

Pesawat Cesna Carravan Susi Air

Pesawat Cesna Carravan Susi Air | Dok KS

PAGARALAM – Sejak awal Desember 2014, route penerbangan Pagaralam-Palembang dilayani setiap hari. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan penumpang, termasuk mengganti jadwal penerbangan ketika adanya gangguan penerbangan pada saat musim kabut asap beberapa waktu lalu.

Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni menjelaskan, sejak awal Desember 2014, penerbangan dilakukan setiap hari. Layanan penerbangan ini untuk mengganti jadwal ketika ada pembatalan pada saat musim kabut asap beberapa waktu lalu.

“Ya, memang ada beberapa gangguan penerbangan ketika kabut asap melanda Bumi Besemah ini. Akibatnya, penerbangan terganggu dan tak jarang dibatalkan. Meski begitu, pada bulan inilah jadwal tersebut digantikan,” kata Ida, kemarin (12/12).

Ia mengatakan, untuk penerbangan setiap hari di bulan Desember bukanlah merupakan jadwal penerbangan untuk seterusnya. Kalau sudah normal, maka jadwal akan dikembalikan seperti biasanya yakni empat kali dalam satu minggu penerbangan menggunakan pesawat Susi Air di Bandara Atung Bungsu.

“Jadwal penerbangan setiap hari ini sebagai pengganti jadwal penerbangan yang tertunda sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang pada musim libur akhir tahun. Jadi penambahan ini adalah tanggungjawab pihak penerbangan,” ujarnya.

Dibukanya jalur penerbangan ini lanjut Ida, pihaknya optimis ditahun mendatang Kota Pagaralam akan banyak kunjungan wisata dan investor. “Apalagi dengan dibukanya penerbangan ini tentunya dapat mempermudah jarak tempuh, sehingga perkembangan daerah akan semakin lebih cepat,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pagaralam Alpian SH mengatakan, pihaknya pernah mendapati penerbangan yang dibatalkan. Padahal, kepentingan untuk berangkat ke Palembang sangat mendesak. Tak pelak, karena dibatalkan terpaksa naik jalur darat.

“Kendati demikian, penerbangan ini harus konsisten. Ada atau tidak penumpang harus terus beroperasi. Jadi, beban operasional harus ditanggung pihak penerbangan. Sehingga tidak ada yang dirugikan agar bisa lebih maju kedepan,” terangnya seraya berujar dengan adanya pergantian jadwal pihaknya sangat mendukung sehingga penerbangan akan lebih lancar.

 

TEKS         : ANTONI STEFEN
EDITOR      : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *