Musim Hujan, Empat Lawang Rawan Longsor

EMPAT LAWANG – Musim penghujan mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang kian berdampak buru. Setelah sebelumnya banjir bandang di wilayah Kecamatan Pasemah Air Keruh menghanyutkan puluhan hektar sawah, kini tanah longsor pun menghantui sepanjang jalan lintas Provinsi dan Kabupaten di wilayah Empat Lawang.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, longsor terjadi dibeberapa titik, seperti di terjadi di jalan kabupaten Desa Lubuk Puding Kecamatan Ulu Musi, sebagian badan jalan nyaris tertutup tumpukan batu dan tanah longsor dari perbukitan disisi badan jalan. Selain itu longsor juga terjadi di jalan provinsi antara Kecamatan Tebing Tinggi – Talang Padang, titik lainnya di Kecamatan Saling, hingga menumbangkan beberapa pohon dan menimpa tiang listrik sehingga tiang listrik ikut roboh.

Seringnya terjadi longsor dan banjir, karena wilayah Empat Lawang adalah perbukitan dan dibelah sungai musi. Apalagi sisi badan jalan sebagian besar adalah perbukitan dan sungai. Walaupun tanah longsor tidak parah, namun tetap membahayakan dan membuat pengendara ekstra hati-hati, melintasi jalan kecil di sisi jalan terdapat jurang dan kondisi jalan juga dekat tikungan.

“Ya kalau musim hujan sering longsor, kadang ada rumah tertimbun tanah akibat longsor,” aku Fahlefi (32) warga Tebing Tinggi, kemarin (12/12).

Titik rawan longsor sebut Fahlefi, terutama di sepanjang jalan provinsi Tebing Tinggi- Pendopo dan akses Tebing Tinggi-Ulu Musi. Sebab, sebagian besar jalan berada di tepi sungai dan dibawah perbukitan terjal yang setgiap saat mengancam terjadinya longsor. Dia berharap pihak terkait segera mengevakuasi tanah longsor agar tak membahayakan pengendara lain. Pengendara yang melintas dilokasi tanah longsor juga diberi peringatan atau lokasi tersebut diberi tanda supaya pengendara bisa mengurangi kecepatan.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang Hasbullah HA mengatakan wilayah Kabupaten Empat Lawang yang sebagian dibelah oleh Sungai Musi dan perbukitan menyebabkan daerah tersebut rawan bencana banjir dan longsor. Untuk kondisi saat ini, kata Hasbullah, masih wajar-wajar saja. Namun warga tetap harus waspada khususnya warga yang dekat dengan DAS Sungai Musi. Jika terjadi bencana pihaknya juga sudah menyiapkan peralatan berupa perahu karet dan lainnya.

“Tim siaga 24 jam, kalau ada bencana kita siap meluncur ke lokasi secepatnya. Makanya, warga juga harus waspada,” tukasnya.

 

TEKS    : SAUKANI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *