Kabupaten OKI Optimistis Produksi Gabah 1 Juta Ton

Ilustrasi Petani | Foto : Dok KS

Ilustrasi Petani | Foto : Dok KSi

 

KAYUAGUNG – Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman, optimis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mampu memproduksi gabah kering hingga mencapai sat juta ton per tahun. Setelah proyek pembuatan saluran sekunder irigasi selesai di empat kecamatan, Sirah Pulau Padang, Pampangan, Tulung Selapan dan Jejawi.

Rombongan Menteri Pertanian, meninjau langsung saluran sekunder  irigasi di Desa Terusan Laut, Kecamatan SP Padang, Jumat (12/12).

“Dengan telah dibuatnya saluran sekunder ini petani OKI mampu panen dua kali setahun dengan produksi 320 ton beras. Nah itu untuk satu kecamatan saja. Belum lagi produksi dari kecamatan lain,” ujarnya seraya mengatakan dirinya siap membantu peralatan peranian, dan pupuk untuk para petani.

Kata Mentan, dengan saluran sekunder irigasi, yang dinormalisasi oleh  balai besar wilayah sungai kementrian pekerjaan umum,  gagal tanam yang menimpa 7.998 hektare sawah lebak  di empat kecamatan itu selama empat tahun akan segera teratasi.

“Masyarakat tidak akan gagal tanam lagi dengan saluran ini, karena kalau air pasang maka airnya bisa dialirkan melalui saluran itu. Sementara kalau kemarau petani tinggal menyedot air di saluran irigasi untuk mengairi sawah mereka,” ujar Mentan.

Mentan merasa terkesan melihat lahan  sawah lebak di OKI, kata dia ini adalah lahan yang sangat potensial untuk menopang swasembada pangan nasional.

Untuk mendukung itu semua, Mentri Pertanian terus berkoordinasi dengan Kementrian PU RI dalam menuntaskan normaalisasi saluran air sawah lebak di Kabupaten OKI. bahkan pihaknya meminta Bupati OKI Iskandar untuk membuat proposal khusus dalam rangka meningkatkan hasil produksi padi di Kabupaten OKI.

“Tahap awal kita bantu 20 mensin hentraktor kepada kelompok tani, kemudian membantu bibit dan pupuk gratis, dan memperluas lahan pertanian. Kita perbanyak cetak sawah baru, saat ini ada 7 ribu hektare yang dibuat saluran air, nanti akan ditambah lagi 2 ribu hektare kemudian selain itu petani bisa tanam 2 kali setiap tahun, itu target kita,” ungkapnya.

Bupati OKI Iskandar, mengaku sangat terbantu dengan perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan hasil pertanian di OKI.

“Jika selama ini petani di Kecamatan Kayuagung, SP Padang, Pampangan dan Jejawi gagal tanam selama empat tahun, dengan dibangunnya saluran  air oleh pemerintah pusat ini, kita harapkan petani bisa tanam padi kembali,” kata Bupati.

Lanjut Iskandar, pihaknya perioritaskan dulu 7000 hektare lahan pertanian di empat kecamatan itu tidak lagi gagal tanam, ketika lahan itu sudah bisa ditanami kembali tentu nanti produksi padi akan meningkat.

“Kami berharap masyarakat yang lahannya terkena saluran air agar tidak meminta ganti rugi, karena ini untuk kebaikan kita semua, supaya sawah lebak normal dan bisa ditanami padi kembali, sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat, begitu juga produksi padi di OKI meningkat,” tambahnya.

Ujar Kepala Dinas Pertanian OKI Syarifudin,selama lima tahun belakangan ini akibat gagal tanam di empat kecamatan itu. Produksi padi di OKI merosot sebanyak 32.000 ton/tahun.

“Tidak hanya produksi padi yang merosot, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, banyak yang dulu bertani akibatnya beralih menjadi kuli bangunan di luar kabupaten, dengan dibangunnya saluran air ini menjadi solusi gagal tanam tersebut,” tandasnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *