Awas, Diare dan Tifus Mengancam

EMPAT LAWANG – Penyakit diare dan demam tifus (Typhoid Fever) meningkat di wilayah Empat Lawang. Tercatat dari awal November lalu, ada sekitar 24 pasien tifus dan 18 pasien diare dan semuanya mendapat perawatan inap.

Kedua jenis penyakit ini meningkat sejak memasuki musim penghujan, umumnya karena minimnya prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat. “Ya ada tifus dan diare pasiennya meningkat dari bulan sebelumnya, sepertinya ini pengharuh musim penghujan,” jelas Plt Direktur RSUD Empat Lawang, dr Dessy Yusniati melalui Kabid Rekam Medik dan Perencanaan, Joko Prayitno, kemarin.

Selain musim penghujan, lanjut Joko, penyebab lainnya yakni lingkungan yang tidak sehat. Makanya, sosialisasi PHBS harus dimaksimalkan.

“Walaupun musim hujan tapi lingkungan dan sekitarnya bersih dan sehat mudah-mudahan kedua penyakit tersebut tidak akan menyerang siapapun,” beber Joko.

Sementara untuk pasien rawat jalan sejauh ini ada 67 orang penderita diare dan tifus 47 pasien. Hal tersebut berbeda jauh dengan penyakit Cikungunya dan malaria. Untuk pasien Cikungunya belum ada dan malarai tergolong kecil. Bahkan Empat Lawang paling kecil terkena penyakit malaria se Sumatera Selatan (Sumsel) untuk tahun 2014 ini.

“Alhamdulilah penyakit malaria, Empat Lawang terkecil se Sumsel,”imbuhnya.

Sementara itu Amin (36) keluarga pasien diare mengaku, sepertinya penyakit diare cepat sekali menular. Mengenai kebersihan lingkungan aku petani ini, tak menampik karena hujan lingkungan jadi becek dan kotor. Belum lagi sampah.

“Kalau sudah sakit gini baru sadar, nanti kalau sehat lupa kebersihan lagi,” tukasnya.

 

TEKS   : SAUKANI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *