ABC Siap Hadapi MEA 2015

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Mi ABC terus melakukan pengembangan produk melalui research and development (R&D) dengan SDM lokal.  | FOTO ; Ferry KS

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Mi ABC terus melakukan pengembangan produk melalui research and development (R&D) dengan SDM lokal. | FOTO ; Ferry KS

PALEMBANG – “Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Mi ABC terus melakukan pengembangan produk melalui research and development (R&D) dengan SDM lokal. Hal itu agar produk kita mampu bersaing dengan produk luar,” kata Sandhika Sabana Putra, Brand Manager PT ABN President Indonesia, Jumat (12/12.

Menurutnya, untuk produk khsusnya makanan seperti Mi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara diyakini akan terus mengalami persaingan ketat. Namun sejak pemerintah memberlakukan pasar bebas, hal ini sangat membuka peluang bagi produk-produk dengan kualitas yang baik.

“Kita melihat ini akan menjadi pertarungan seru. Jadi bukan cuma banyak produk yang masuk, tetapi juga akan menjadi peluang bagi kita,” ujarnya.

Namun untuk menghadapi persaingan, lanjut Sandhika, untuk produk makanan dalam negeri lebih murah dibandingkan dengan produk luar. Hampir rata-rata produk luar harganya bisa mencapai dua kalilipat dari harga dalam negeri. Jadi untuk menghadapi MEA, kita optimis produk Mi ABC mampu bersaing dengan produk luar.

“Apalagi masyarakat Indonesia yang sangat peka terhadap labelitas halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tertera pada kemasan produk,” ujarnya.

Dia menambahkan, Mi ABC sebagai market terbesar di Indonesia akan terus mengembangkan inovasi produknya dengan melaunching Mi ABC Gule Salero khasa Sumatera.

“Mie yang juga di espor ke Negara Asia seperti Papua Nugini dijual dengan harga Rp 2000. Diharapkan dengan launching produk baru ini dapat memberikan kontribusi penjualan hingga 50 persen untuk wilayah Sumsel,” katanya.

Sedangkan untuk produk ABC yang sangat laris penjualan di Sumsel, Mi Selera Pedas dengan menyumbang kontribusi penjualan mencapai 30 persen. Untuk penyebaran di Sumsel dalam sebulannya mampu mencapai 1 juta mi dengan bermacam varian.
TEKS : AMINUDDIN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *