Saya Korban Kok Jadi Tersangka ?

ilustrasi

ilustrasi

  • Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka

KAYUAGUNG – Ike Ardila (22), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mengaku menjadi korban pengeroyokan, malah menjadi tersangka. Ike mengaku telah dikeroyok oleh berinisial Iyul (isteri muda kades), Andre, Vera, Farida, Pasra, Yuyun, Nir, Ranti, Ima dan Maruya pada Kamis, 23 Oktober 2014 lalu.

Ike kini malah berbalik akan diperiksa oleh polisi sebagai tersangka di Polsek Sungai Menang, berdasarkan surat panggilan yang ditulis, No.Pol:S.Pgl/46/XI/2014/Reskrim. “Saya korban pengeroyokan sekarang saya malahan menjadi tersangka,” kata Ike di hadapan wartawan, kemarin, seraya berlinangan air mata. Dirinya sedih, karena hukum ternyata berpihak kepada orang yang mampu dan melawan.

“Terbukti Pak, sesumbar kades dan keluarganya tidak mungkin orang miskin bisa memenjarakan orang kaya serta pejabat,” ucapnya.

Sementara laporan korban di Mapolres di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) para pelaku pengeroyokan belum ada yang mengarah ke tersangka. Padahal, laporan sudah berjalan sebulan lebih.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIk melalui Kasat Reskrim AKP N Edyanto SH SIk didampingi Kanit PPA Ipda Tuswan SH mengatakan, kasus ini masih dalam pemeriksaan para saksi-saksi. Dan sekarang pihaknya berupaya untuk melakukan mediasi, karena antara korban dan pelaku pengeroyokan masih satu lingkungan dan ada hubungan keluarga.

“Sebab itu, upaya kita sekarang, bagaimana diantara mereka ini ada jalan keluarnya dan damai,” kata Ediyanto.

Ketika ditanya mengenai kasus yang menimpa korban Ike menjadi tersangka di Polsek Sungai Menang yang dilaporkan pelaku pengeroyokan, AKP Edyanto berucap semua itu tidak akan terjadi, karena anggota Polsek Sungai Menang yang menerima laporan belum sepenuhinya memahami kejadian itu sehingga, korban menjadi tersangka.

“Itu tidak benar, pelaku mengarang laporan palsu, berupaya korban akan menjadi tersangka. Terbukti, panggilan kedua korban dipanggil polsek dengan panggilan sebagai saksi,” tuturnya seraya mengakui kalau surat panggilan dari Polsek Sungai Menang pertama, menyebutkan korban sebagai tersangka penganiayaan terhadap Pasra anak dibawah umur. Kemudian panggilan kedua, korban di Polsek Sungai Menang dipanggil sebagai saksi.

“Yang jelas, silahkan Ike datang ke Polsek Sungai Menang, saya yakinkan Ike tidak akan diperiksa sebagai tersangka dan tidak ditahan,” tegas Kasat seraya berucap penyidik di Polsek Sungai Menang sudah ditegur terkait laporan penganiayaan tersebut.

Kemenkumham Bapas Palembang Saipul Azwar mengatakan, dirinya hadir ditengah-tengah persoalan kasus pengeroyokan ini, karena salah satu pelaku pengeroyokan ada anak dibawah umur, jadi harus dilindungi oleh Bapas. Sebab itu, pelaku harus dimintai keterangan lebih lanjut, apakah persoalan ini selesai disini atau akan dilanjutkan.

“Saran saya kasus ini lebih baik selesai secara baik-baik dan damai, karena tidak enak antara mereka ini masih satu lingkungan dan ada hubungan keluarga. Jadi tidak enak kalau kasus ini dilanjutkan,” harapnya.

Dirinya hanya memberikan saran yang baik, karena dalam persoalan ini tidak ada yang diuntungkan sama-sama dirugikan. Diberitakan sebelumnya, para keluarga yang dilaporkan telah melakukan pengeroyokan, yang juga keluarga Kepala Desa (Kades) Sidomulyo itu, sempat sesumbar bahwa tidak mungkin orang miskin bisa memenjarakan keluarganya. Kades juga menantang akan telanjang apabila kasus pengeroyokan yang dilakukan keluarganya terhadap korban Ike, diproses kepolisian. Dia malah akan berbalik melapor.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *