Resmikan Jembatan, HBA : Satu Baut Lepas, Bahayanya Besar !

Bupati H Budi Antoni didampingi Ketua TPPKK Hj Suzana Budi Antoni memotong pita peresmian jembatan multifungsi desa Puntang Kecamatan Sikap Dalam. | Dok KS

Bupati H Budi Antoni didampingi Ketua TPPKK Hj Suzana Budi Antoni memotong pita peresmian jembatan multifungsi desa Puntang Kecamatan Sikap Dalam. | Dok KS

EMPAT LAWANG – Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) meminta, agar kepala desa (Kades) dan warga menjaga betul infrastrukrtur yang sudah dibangunkan Pemkab Empat Lawang. Seperti jembatan gantung multifungsi di Desa Tangga Rasa dan di Desa Puntang, Kecamatan Sikap Dalam.

HBA mengingatkan, “Satu saja baut dilepas, bahayanya besar” makanya, setelah diresmikan kemarin (11/12), tanggungjawab pengawasan dan menjaga agar tahan lama adalah masyarakat setempat. “Jembatan multifungsi ini bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat dengan beban maksimal muatan sekitar lima ton. Dengan adanya jembatan sangat berpengaruh dengan kesejahteraan dan perekonomian warga sebab hasil kebun warga mudah untuk di jual atau dikelola,” jelas HBA saat peresmian jembatan gantung multifungsi Desa Puntang.

Lanjut HBA, biaya transportasi yang sebelumnya cukup mahal dengan adanya jembatan ini akan lebih murah.

“Atas nama pribadi dan pemerintah saya mengharapkan kepada warga untuk merawat dan menjaga jembatan tersebut karena jembatan itu adalah milik kita bersama, milik warga Empat Lawang,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU BM Empat Lawang H Fauzi menjelaskan, jembatan gantung multifungsi Desa Puntang itu dikerjakan selama 211 hari dan dikerjakan tepat waktu bahkan lebih cepat 15 hari. Jembatan ini juga menghubungkan tiga desa yakni Desa Puntang, Batu Bidung dan Lubuk Puding Lama dan bertemu dengan jembatan gantung multifungsi Desa Tangga Rasa lalu sampai ke Kecamatan Pasma Air Keruh (Paiker).

“Panjang jembatan Desa Puntang ini 92 meter, lebar 2,7 meter dan tinggi rangka 5 meter. Total dananya sekitar Rp10,5 miliar,”jelas Fauzi.

Jembatan yang menyeberangi Sungai Musi itu kata Fauzi, berbeda dengan jembatan penyeberangan lainnya. “Jembatan ini lebih hemat dari segi pembiayaan dan pemeliharaan daripada jembatan gantung biasa,” jelasnya.

Diketahui, sedikitnya ada sekitar empat proyek jembatan yang sudah diselesaikan pihaknya yakni jembatan Air Lintang, jembatan Musi II, jembatan gantung multifungsi Desa Tangga Rasa, Puntang dan Desa Lawang Agung-Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi.

TEKS:SAUKANI
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *