Cabor Wushu AUG 2014, Indonesia Borong Empat Medali

Palembang – Perbendaharaan medali Indonesia di ajang ASEAN University Games (AUG) ke-17 di Palembang terus bertambah. Setelah karate, kini giliran wushu yang menyumbangkan empat medali di pertandingan hari pertama, Kamis (11/12) di Gedung Sriwijaya Promotion Centre, Jakabaring, Palembang.

Empat medali tersebut meliputi dua medali emas dan dua perak. Dua emas disumbangkan dari nomor men’s Chang Quan melalui Ahmad Hulaefi dan women’s Taiji Quan, Lindswell.

Sedangkan dua medali perak disumbangkan Natalie Chriselda Tanasa dinomor Women’s Chang Quan dan Nico Valentinus di nomor Men’s Taiji Quan.

Ahmad Hulaefi berhasil mengumpulkan 9.69 poin. Hasil ini selisih tipis dengan dari pewushu Malaysia, Wong Weng Son yang mengumpulkan 9.67 poin. Sedangkan tempat ketiga (perunggu) didapatkan pewushu Myamnar yang mengumpulkan 9.22 poin.

Sementara Lindswell yang turun di nomor women’s Taiji Quan tampil mendominasi dengan mengumpulkan poin tertinggi 9.72 poin. Hasil ini berbading jauh dengan pewushu asal Malaysia, Ng Shin Yii dengan torehan 9.66 poin dan Jia Jia Gladys Low asal Singapura yang berada di posisi ketiga.

Pelatih Wushu Indonesia, Sandri Liong mengatakan, sebenarnya perolehan medali yang diperoleh atletnya diluar dugaan. Sebab pada awalnya mereka tidak mematok target medali apalagi bisa menggondol dua emas.

“Yang terpenting (harapan kami), semua atlet bisa meraih hasil yang terbaik,” kata dia usai pertandingan.

Menurutnya, persaingan cabor Wushu di ajang AUG 2014 ini lebih ketat  sebab atlet yang gabung merupakan atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games di Singapura 2015.

“Untuk yang senior kita masih memegang di Asia Tenggara, namun secara keseluruhan persaingan lumayan ketat karena semuanya memanfaatkan ajang ini sebagai persiapan di SEA Games mendatang,” urainya.

Sementara itu, peraih medali emas di Ahmad Hulaefi mengaku senang bisa menyabet medali emas apalagi mampu mengungguli saingan terberat dari Malaysia. “Latihan yang kita lakukan sejak dua bulan lalu untuk ajang ini tidak sia-sia. Apalagi bisa melewati dari pesaing terberat dari Malaysia,” kata mahasiswa semester 10 Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Begitu pula dengan Lindswell, kendati punya persiapan minim, namun ia tampak santai mengikuti ajang ini.

“Persiapan hanya sebulan, sebenarnya ada sedikit kendala cedera. Namun bersyukur masih bisa tampil di ajang ini dan meraih hasil maksimal,” timpalnya.

 

Teks    : Iqbal

Editor   : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *