“Beras Kita Dijual Keluar Daerah”

EMPAT LAWANG – Hasil komoditi pertanian Kabupaten Empat Lawang cukup besar. Namun, selama ini petani masih menjual keluar daerah karena terkendala minimnya akses penghubung antar wilayah dibumi saling keruani sangi kerawati.

“Beras kita dijual ke luar daerah, kan sayang komoditi pertanian melimpah tapi masyarakat Empat Lawang tidak menikmatinya,” kata Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri, disela peresmian jembatan Multi Fungsi desa Puntang Kecamatan Sikap Dalam, kemarin (11/12).

HBA memastikan, kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) sebagai lumbung beras terbesar di Empat Lawang, kedepan petani tidak lagi menjual keluar daerah hasil panennya seperti Kabupaten Kepahyang Provinsi Bengkulu dan lainnya.

Dengan peningkatan akses jalan dan jembatan langsung menuju ke desa-desa sebut HBA, dirinya optimis semua daerah terisolir di Empat Lawang sudah terbuka dan mudah dijangkau. Contohnya beber HBA, dibangun Jalan ponton Talang Padang, Paiker tembus Tanjung Raman Kecamatan Pendopo. Nah ini insyaAllah 2015 sudah selesai, jadi petani di Paiker tidak menjual beras keluar daerah lagi, tapi perekonomian lebih berputar dan berkembang di wilayah Empat Lawang.

“Hasil panen dijual ke luar, masyarakat membeli dari luar kan lebih mahal. Nah, kalau roda perekonomian sudah ada di Empat Lawang, kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” jelas HBA menambahkan, penunjang perekonomian tentunya akses, sekarang ini Empat Lawang sudah 100 persen penyelesaian jalan desa dan kabupaten. Bahkan sudah membangun sejumlah akses baru, jalan dan jembatan penghubung antar wilayah. “Kedepan beras Paiker bisa dijual ke Tebing Tinggi, Pendopo dan kecamatan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu Ishar (36) petani kecamatan Paiker mengaku, selama ini petani menjual hasil panen ke luar daerah karena aksesnya lebih mudah dijangkau. Nah, kedepan kalau akses jalan dan jembatan sudah terbuka dan jaminan keamanan lebih maksimal tentu petani siap menjual hasil panennya di wilayah Empat Lawang.

“Ya dulu kan terkendala akses dan keamanan, kalau jalan sudah dibuka dan aman tentu lebih mudah kami mengangkut hasil panen,” akunya dibincangi Kabar Sumatera.

Secara terpisah Anggota DPRD Empat Lawang Windra Safri, mendukung upaya pemerintah memaksimalkan roda perekonomian dengan memaksimalkan akses. Namun kata Safri, faktor penting yang harus diperhatikan juga masalah keamanan. Sebagai putra asli Paiker, dirinya mengakui daerahnya adalah lumbung pangan terbesar di Empat Lawang.

“Kita dukung upaya pemerintah, dengan catatan kita bersama mendorong perbaikan akses dan keamanan. Apalagi pangsa pasar antara Kepahyang dan Pendopo itu hampir sama, malah jaraknya lebih dekat secara histori,” urai Safri.

Jika akses jalan, jembatan sudah terbuka dan masalah keamanan efektif, sebagai wakil rakyat pihaknya siap mensuport pemerintah dalam peningkatan roda perekonomian daerah. “Itu ide bagus, tentu akan kita suport agar perekonomian Kabupaten Empat Lawang lebih maju dimasa mendatang,” tukasnya.

TEKS:SAUKANI
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *