Wajarkah Harga Sembako Naik…?

Ilustrasi Pedagang Sembako | Dok KS

Ilustrasi Pedagang Sembako | Dok KS

MUARAENIM – Pasca naiknya bahan bakar minyak jenis premium bersubsidi, membuat harga sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Muaraenim mengalami kenaikan.

“Hasil cek di lapangan, sejumlah bahan pokok jenis sembako mengalami kenaikan,” tutur Kadisperindag Kabupaten Muaraenim Sarfuddin MSi melalui Kasi Usaha Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, Amalia Purbasari, Rabu (10/12).

Hanya saja, kata Amalia, kenaikannya tidak terlalu signifikan dari harga semula atau sebelum adanya kenaikan BBM. Seperti halnya Beras rata-rata naik Rp5.000 per karungnya atau kalau dilihat dari per kilo gramnya sekitar Rp 500 per kilogram kenaikannya.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada minyak sayur jenis curah, naiknya sekitar Rp500 per kg dari harga semula. Termasuk telur ayam negeri, sebelumnya Rp 17500 per kg menjadi Rp18000 per kg. Sedikit berbeda dengan gula pasir, harganya tidak mengalami kenaikan. Dimana, saat ini harga gula pasir curah tetap diangka Rp12.000 per kg, sama sebelum terjadinya kenaikan BBM.

“Untuk gula tidak naik harganya, tetap seperti sebelum kenaikan BBM Rp 12000 per kilonya,” ujarnya.

Mengantisipasi terjadinya kenaikan diluar batas kewajaran, selain aktip memantau pergerakan harga, pihaknya (disperindag) juga aktip memantau kondisi stok barang.

“Karena ketersedian barang salah satu upaya dapat menstabilkan harga. Selain itu, kita juga mengelar sembako murah yang telah dilangsungkan 5 Desember 2014 lalu,” pungkasnya.
TEKS      : SISWANTO
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *