Terkait Dugaan Mark Up Tanah Pemakaman, Mantan Pejabat OKU Diperiksa

PALEMBANG – Setelah menetapkan empat tersangka dugaan markup kasus pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 10 hektar, di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Kombring Ulu (OKU), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), kembali memeriksa pejabat OKU tersebut.

Keempat tersangka itu berinisial N, U, dan H, Aj. Namun, Rabu (10/12), mulai pukul 10.00 WIB, penyidik kembali meminti keterangan mantan pejabat OKU berinisial Aj. Aj yang diketahui pernah menjabat atau mantan Asisten I Pemkab OKU itu, diperiksa tambahan sebagai tersangka.

Bahkan sebelumnya, Aj sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, namun kali ini Aj diperiksa tambahan oleh penyidik sebagai tersangka.

“Ya saya memenuhi undangan penyidik pemeriksaan tambahan, sebelumnnya sudah diperiksa sebagai saksi, dan kini pemeriksaan tambahan,” kata Aj.

Kasus ini diselidiki setelah ada laporan dari elemen masyarakat awal Februari 2014 ke Polda Sumsel. Dalam laporannya, mereka menduga ada markup pada pembelian lahan TPU tersebut, hingga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 3,5 miliar.

Hingga sekarang jumlahnya ada empat orang ditetapkan penyidik sebagai tersangka. Yakni, mantan Sekda OKU Umirtom, dan juga Ketua Pengadaan Tanah tahun 2012-2013, mantan Asisten I Ahmad Junaidi, Kepalda Dinas Sosial (Kadinsos) OKU, yaitu Najamudin dan Hidirman selaku pemilik tanah.

Modus yang digunakan pelaku diduga dengan melakukan penggelembungan dana anggaran, yang tidak sesuai dengan luas lahan yang diajukan.

“Untuk kepastian kerugian negara masih menunggu audit BPKP. Namun, anggaran lahan makam itu senilai Rp 6,1 miliar. Hari ini (kemarin,red) Aj (Ahmad Junaidi,red) diperiksa tambahan sebagai tersangka,” ungkap Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran.

 

Teks  : Oscar Ryzal

Editorial  : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *