TAA Rampung, Sumsel Bisa Kalahkan Luar Negeri

Ketua Partai Hanura Sumatera Selatan (Sumsel) Arkoni. | Foto : Ardhy KS

Ketua Partai Hanura Sumatera Selatan (Sumsel) Arkoni. | Foto : Ardhy KS

PALEMBANG – Jika rampung, keberadaan Pelabuhan Tanjung Api-api dapat memberi angin segar tidak hanya bagi masyarakat Sumsel namun Indonesia. Tidak hanya itu, Sumsel akan mampu mengalahkan pelabuhan luar negeri.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Partai Hanura Sumatera Selatan (Sumsel) Arkoni, saat dibincangi diruangan fraksi Hanura di Gedung DPRD Sumsel, Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Kamis (10/12).

Namun, lanjutnya, semua itu tidak lepas juga dari peran Pemrov Sumsel, ptihal jalan yang mengalami kerusakan parah akibat tonase angkutan yang berlebihan ketika melintas.

“Ya, jika jadi TAA berguna bagi banyak masyarakat bukan hanya Sumsel, Indonesia tapi luar negeri juga. Maka sudah selayaknya TAA menjadi salah satu pembangunan yang diprioritaskan,” ujar Arkoni.

Arkoni menambahkan, sebelum membenahi pelabuhan tersebut jalan menuju pelabuhan tersebut harus diperbaiki secara maksimal serta memberikan sanksi tegas bagi para pengguna jalan khususnya angkutan berat agar tidak membawa barang melebihi tonase yang ditentukan.

“Kalau sekarang sudah ada surat edaran dari Pak Gubernur soal tonase itu, tetapi jalan sudah hancur duluan sebelum dikeluarkan itu, karena memang proyek jalan itu sudah ada sejak zaman Gubernur masih dijabat oleh Pak Syahrial Oesman. Kedepan diharapkan sanksi tegas dapat diberikan bila masih melanggar,” ungkap dia.

“Anggaran mendatang soal TAA dan jalannya Insyaallah ada rekomendasi. Kondisi jalan memang harus diperhatikan dan diutamakan, mulai dari simpang PU hingga lampu merah Kol H. Burlian dan sifatnya sangat mendesak,” tambah Arkoni.

Menurut dia, Sumsel akan jauh lebih hidup jika pelabuhan Internasional itu jadi, terlebih posisi pelabuhan TAA tersebut berada ditengah-tengah jalur pelayaran seperti menuju Singapura dan lain sebagainya. Akan tetapi, terlepas dari pembangunan pelabuhan itu pembangunan jalan menuju TAA harus diperbaiki meski status jalan itu merupakan jalan Provinsi, kota atau jalan Negara.

“Status jalan apa itu, masyarakat menginginkan pembangunan jalan yang maksimal, sehingga dapat juga dinikmati, dan pemerintah harus memahami itu,” terang mantan DPRD Kabupaten Banyuasin ini.

Disinggung mengenai jalan yang terkesan cepat rusak dalam waktu yang tidak sesuai, Arkoni menjelaskan sebenarnya sudah wajar, karena jangka waktu pembangunan jalan ini telah diprediksi dan melalui pemeriksaan.

“Kalau dinilai batas waktu masa jalan itu sudah maksimal, namun muatan atau tonase kendaraan yang melintasi merusak jalan. Betapa tidak, untuk mendapatkan zzin batubara itu sangat gampang didapatkan, tergantung kedekatan, kemudian surat selesai, mau dimana saja menggali batubara asal siap ganti rugi bisa dimana saja,” pungkasnya.

 

Teks    : ARDHY FITRIANSYAH

Editor    : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *