Poomsae Beregu Sumbang Emas dari Cabang Taekwondo di AUG 2014

Kontingen Taekwondo Indonesia kelas Poomsae beregu menyumbang emas pertama bagi indonesia dalam ajang ASEAN University Games (AUG) 2014 di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (10/12). | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Kontingen Taekwondo Indonesia kelas Poomsae beregu menyumbang emas pertama bagi indonesia dalam ajang ASEAN University Games (AUG) 2014 di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (10/12). | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Palembang – Cabang olahraga Taekwondo menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia di ajang ASEAN University Games (AUG) ke-17 2014.

Hasil itu diperoleh dari tim beregu putra yang turun di kategori poomsae.

Tim yang diperkuat Maulana Haidir, Muhammad Fazza dan Muhammad Abdurahman Wahyu sukses mengumpulkan poin tertinggi 7,4200. Sementara Thailand yang menjadi runeer up hanya mampu mengumpulkan poin 7,2500. Kemudian juara ketiga diraih Singapura dengan poin 7,1250.

Selain satu medali emas dari tim beregu putra tersebut, Indonesia juga berhasil mendapatkan tiga medali perak dari nomor  poomsae individu putri atas nama Mutiara Habiba, dan medali perak dari nomor poomsae individu putra atas nama Maulana Haidir, juga medali perak di nomor Poomsae kategori tim putri,  dari atlet Mutiara Habiba, Muttaqoh Khairunnisa dan Defia Rosmaniar.

Dua medali perunggu didapatkan dari nomor poomsae Pair Mixed/campuran, atas nama Muhammad Fazza dan Muttaqoh Khairunnisa, dan dari nomor Kyorugi individu putra 58 kg Indonesia, Aggie Sepftya Prasbowo.

Hasil ini memang belum bisa memenuhi target yang sebelumnya diharapkan mendulang dua medali emasi di kelas poomsae. Kendati begitu, taekwondoin Indonesia berhasil mendulang semua medali di empat nomor.

Maulana Haidir yang juga turun di kelas perorangan berhasil menyabet medali perak sementara medali emas disumbangkan Kanawat Sukcharoen dari Thailand dengan poin 7,8850.

Sementara dikelas perorangan putri, Mutiara Habiba juga berhasil menyabet medali perak, semenatara emas diraih wakil darai Thailand, Pichchapa Tanakitcharoenpat. Sementara perunggu disumbang Taekwondoin asal Philiphina, Junvinile Faye Chrisostomo.

Sementara dikelas campuran Wakil Philipina, pasangan Rodolfo Reyes Jr, Jocelyn Ninobla berhasil menjadi yang terbaik dengan perolehan 7,7350 poin. Ditempat kedua pasangan asal Thailand, Sattawath Chomchuen,Wanida Raksari berhasil mengumpulkan 7,6200. Semenatara pasangan Indonesia Muhammad Fazza dan Muttaqoh harus puas meraih medali perunggu yang mengumpulkan 7,5500.

“Sebelumnya kita berharap bisa meraih dua emas di kelas pommsae, namun ajang ini tidak bisa diukur karena sulit ditebak. Namun kita bersyukur dikelas ini kita bisa mengumpulkan 4 medali, dari jumlah medali kali ini ada peningkatan,” ujar Erlangga, Komandan Pelatnas Taekwondo Indonesia ketika diincangi di GOR Dempo Jakabaring Sports City, Rabu (10/12).

Sementara Taekwondoin Indonesia, Maulana Haidir bersyukur bisa meraih medali emas di nomor beregu putra. Menurutnya hasil ini diluar dugaan meskipun di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) tahun lalu bisa meraih medali emas.

“Tentu sangat bersyukur dengan hasil ini, apalagi kita tidak menargetkan apa-apa di ajang AUG kali ini karena sulit untuk mengukur lawan,” kata Maulana yang juga Mahasiswa STIE Kesatuan Bogor ini.

Cabor Taekwondo kembali akan mempertandingkan nomor kyorugi yang akan memperebutkan tiga medali (sore ini-red) di GOR Dempo, Jakabaring Sports City (JSC).

 

Teks    : Iqbal

Editor    : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *