Pemkot Palembang Jamin Persediaan Beras Cukup Sampai Maret 2015

Ilustrasi Gudang Bulog | Ist

Ilustrasi Gudang Bulog | Ist

PALEMBANG – Meskipun kebutuhan pokok jenis beras terus mengalami kenaikan. Tapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tetap menjamin komoditi beras akan terpenuhi hingga akhir Maret 2015 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Syahrul Hefni mengatakan, harga beras memang naik. Namun, kenaikannya tidak terlalu tinggi, yakni berkisar diangka Rp 500-Rp 5.000 per kilogram (kg).

“Misalnya beras iliran, sebelum kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 8.500 per kg, sekarang naik menjadi Rp 9.000 per kg. Begitu juga dengan beras ber merk seperti top koki, ikan patin dan jenis beras bermerk lainnya naik rata-rata Rp 5.000 per 20 kg maupun per 50 kg nya,”ungkapnya, Rabu (10/12).

Syahrul mengaku, kenaikan yang terjadi pada komoditi beras tersebut relaitif stabil dengan adanya kenaikan BBM. Berbeda halnya dengan cabai. Menurutnya kenaikan yang terjadi disebabkan minimnya pasokan dari daerah penghasil.

“Kalau cabai memang naik tinggi. Saat ini harga cabai merah kriting di pasaran kisaran Rp 80.000-Rp 90.000 per kg. Untuk cabai ini lebih disebabkan cuaca. Karena, sebelum BBM naik, harganya sudah naik,” akunya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Disperindagkop Palembang, Juni Haslansi mengatakan, meskipun harga naik, pihaknya menjamin kebutuhan beras masyarakat Palembang akan tetap terpenuhi hingga tiga bulan kedepan.

“Sisa beras di Palembang mencapai 80.000 ton, angkanya cukup tinggi. Karena bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Palembang 3 bulan kedepan,”katanya.

Juni menyebutkan, stok beras itu ada beberapa distributor, seperti Gudang Beras PP Tosin, persediannya masih 3.000 ton, pabrik beras Buyung Putra Sembada (BPS) persediannya mencapai 20.000 ton dan lainnya.

“Agar harga tidak mengalami kenaikan yang lebih tinggi, kami terus berupaya untuk mengawal dan secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional Palembang,”sebutnya.

Tambah Juni, dengan terpenuhinya komoditi beras itu. Diharapkan warga tidak panik, sehingga harganya tetap stabil. Artinya tidak ada permainan nakal pedagang maupun distributor beras.

“Kalau warga membeli dalam jumlah besar, maka besar kemungkinan harga akan naik. Karena itulah hukum pasar,” ujarnya.

 

TEKS     : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *