Opening AUG Sihir Wong Palembang

AUG

PALEMBANG – Gelaran acara pembukaan ASEAN University Games (AUG) XVII di Gelora Sriwijaya Palembang, kemarin (10/12) berjalan meriah. Bukan hanya karena penampilan para pengisi acara yang mempesona, namun juga karena rangkaian acara yang ditampilkan begitu memukau para atlet dan penonton.

Dalam acara pembukaan yang berlangsung pukul 19.40 WIB itu dimulai dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya yang diiringi Otti Jamalus Orchestra. Tampak hadir Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, President AUG Anwar Bin Hassan, dan pejabat lainnya.

MC (master of ceremony) acara yakni Rianti Cathrigwt dan Daniel Mananta memperkenalkan para atlet dari 11 negara peserta melalui parade keliling stadion. Diawali dengan Brunei Darussalam, Cambodia (Kamboja), Lao PDR (Laos), Malaysia, Myanmar, Philippines (Filiphina), Singapore (Singapura), Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia.

Kemudian dilanjutkan dengan masuknya bendera AUG yang dibawa atlet pencak silat asal Indonesia, dan pengibaran bendera tersebut oleh beberapa anggota Paskibra diiringi lagu ‘One Heart One Asean’ dari grup RAN dan Otti Jamalus Orchestra.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengucapkan selamat datang kepada para atlet dari 11 negara peserta. Di acara itu juga semua pelajar di negara ASEAN datang dan berkumpul di Palembang, dan ini yang dimanfaatkan untuk mempererat persahabatan antar pelajar.

“Persahabatan harusnya dipupuk sejak kecil, sejak masa kuliah. Sehingga dalam acara ini bisa meningkatkan persahabatan antar negara peserta. Dan bisa memupuk prestasi yang lebih baik.

Indonesia sangat berbangga AUG, ini 4 kalinya dari penyelenggaraan aug. Indonesia menjalin hubungan baik dan mampu menyelenggarakan acara besar dan internasional.

“Semoga dengan acara ini, kita bisa menyatukan kebersamaan dan persahabatan antar pelajar dan mahasiswa se-Asean. Karenanya, President AUG XVII 2014 Anwar Bin Hassan menuturkan, AUG dilaksanakan tiap empat tahun sekali di Asean. Kali ini ada 20 cabang olahraga yang dilaksanakan, mulai dari Renang, Loncat Indah, Panahan, Atletik, Bulu Tangkis, Basket, Voli Pantai, Catur, Anggar, Sepakbola, Futsal, Karate, Pencak Silat, Pentaque, Sepak Takraw, Tenis Meja, Tennis Lapangan, dan Taekwondo.

“Tahun ini Universitas Sriwijaya terpilih menjadi pelaksana acara, dan kami ucapkan terima kasih,” kata dia.

Ia menuturkan komitmen dalam even tersebut yakni bertanding dalam lomba-lomba yang sportif dan bersifat internasional. Dalam even AUG kali ini juga ada 1.710 medali, denfan rincian dari emas, perak dan perunggu.

“Kita akan melaksanakan acara sejak 7-21 Desember mendatang. Diikuti oleh sebanyak 1.684 atlet dari 11 negara peserta,” imbuh Anwar.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, dirinya bersyukur pelaksanaan AUG XVII 2014 diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Palembang. Kegiatan ini merupakan menyatukan tali persaudaraan, silaturahmi dan keakraban para peserta yang berasal dari 11 negara peserta di ASEAN.

“Ini guna menyelaraskan prestasi di dunia pendidikan juga olahraga. Karenanya kami bangga acara sebesar ini bisa diselenggarakan di kota tercinta kami ini,” ujar Alex.

Sebelumnya, pukul 19.00 WIB, ada penampilan marching band dari Gita Abdi Praja IPDN (Institute Pemerintahan Dalam Negeri). Penampilan selama 30 menit itu menjadi pembuka dalam acara pembukaan AUG XVII diiringi penampilan para rektor bermain futsal yang direkam dan ditayangkan di layar tengah lapangan itu.

Lalu ada acara pengambilan sumpah atlet dan wasit, penyalaan obor AUG XVII yang dimeriahkan dengan tampilan sinar laser berteknologi tinggi, pagelaran tari kolosal dan penampilan sejumlah artis Ibukota. Seperti GIGI, Dewi Gita, Ira Swara, RAN, dan Andi RIF.

Dikatakan Denny Malik, koreografer tari kolosal menuturkan, ada 600 penari yang terlibat, terdiri dari mahasiswa se-Palembang. Yang paling menarik, tarian ini hanya berlatih kurang dari dua minggu sebelum hari pelaksanaan. Selain itu busana yang digunakan penari menggunakan teknologi LED sehingga memancarkan cahaya terang dan warna-warni.

“Ada lima jenis tarian kolosal nusantara yang kami tampilkan. Tari ini mengandung unsur tradisional dan modern. Ada tarian khas Sumatera Selatan, Bali, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Jawa Timur, dan Papua. Namun untuk musiknya lebih bernuansa lebih nge-beat (bertempo cepat),” disampaikannya.

 

TEKS:IMAM MAHFUZ

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *