Oknum Polisi Jadi Kurir Narkoba

PALEMBANG – Tertangkap tangan saat membawa 107 butir ekstasi dan delapan gram sabu, oknum polisi yang bernama Brigadir Polisi Satu (Briptu) Pirmansyah, dijebloskan ke balik jeruji penjara Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (9/12) kemarin.

Oknum polisi yang telah mencoreng institusi Polri ini, ditangkap oleh Sat Reskrim Polsek Talang Ubi, Kaputen Muara Enim, beberara waktu yang lalu. Dari pengakuannya, Pirman hanya menjalani perintah mertuanya berinisial Aj (DPO) untuk mengambil sabu dan ekstasi.

Dalam satu kali transaksi, ia diupah Rp 100 hingga Rp 200 ribu. “Sudah dua tahun jadi kurir mertua. Saya tidak tahu bandarnya siapa karena yang beli mertua saya,” kata Pirman.

Dilanjutkan Pirman, ia biasanya mengantar sabu dan ekstasi kepada masyarakat yang akan pesta orgen tunggal. Tak tanggung-tanggung, yang membeli sabu dan ekstasi dari mertua Pirman datang dari Pagaralam hingga Prabumulih.

Masih kata Pirman, ia menjadi kurir mertua untuk menambah penghasilan. Diakuinya, menjadi kurir narkoba dari mertuanya untuk menambah penghasilan. Rupanya, profesi sebagai anggota Polri belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari barang bukti yang diamankan, terdapat dua buku catatan hasil transaksi narkoba. Diakui Pirman, ia sengaja mencatat setiap transaksi supaya mudah menghitung uang yang masuk dan uang yang keluar. “Saya sudah jadi kurir mertua sejak bulan April 2014. Kalau mertua, sudah dua tahun jualan narkoba,” kata Pirman.

Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Deddy Setyo, melalui Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kompol Richard Pakpahan, membenarkan proses hukum kini berada di Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Selain akan terus memeriksa Pirman, pihaknya akan mencari keberadaan Aj dan sejumlah buron lain. “Ia menjalani bisnis keluarga, yang menyuruhnya mertua dan neneknya. Saat ini, keduanya bersama pembeli masih kita cari,” kata Richard.

Untuk status Polri yang dimiliki Pirman, lanjut Richard, maka Richard nanti akan melakukan sidang kode etik profesi di Propam Polda Sumsel. Namun, sidang baru akan dilakukan setelah proses pidana untuk Pirman sudah selesai dijalankan.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *