Hari Anti Korupsi, Kejaksaan Negeri Lahat Selamatkan Uang Negara Rp 57 Juta

LAHAT – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sedunia tahun 2014 hari Selasa (9/12), Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat mengadakan upacara dengan tema Indonesia Berintegritas, di samping itu pihak Kejari memperingati hari anti korupsi sedunia ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di Kejaksanaan Negeri Lahat.

Ketua Kejaksaan Negeri Lahat Helmi mengatakan, peringatan hari anti korupsi sedunia tahun 2014 ini mengambil tema indonesia berintegritas, dalam mencapai tema yang akan diusung pada tahun ini maka pihaknya menggalakkan slogan ‘Berantas Korupsi dimulai dari diri sendiri’.

“Tahun ini, kami sengaja mengajak siswa SMA dalam peringatan ini, hal ini dalam rangka menumbuh kembangkan sikap anti korupsi mulai dari siswa usia sekolah, selain upacara kami juga mengadakan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai korupsi dengan membagikan pamplet, stiker dan bunga,” tambahnya.

Dia melanjutkan, pencapaian kinerja penanganan tindak pidana korupsi di kejaksaan negeri lahat sampai sejauh ini dijelaskan bahwa penanganan tindak pidana korupsi pada tahap penyelidikan yang masih ditangani saat ini masih tujuh perkara.

“Sedangkan untuk tahap penyidikan, saat ini masih dilakukan pendalaman dan sekarang masih berkoordinasi dengan pihak auditor BPKP perwakilan Provinsi Sumatera Selatan guna mengkonversi besaran kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh perkara yang tengah disidik tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, kasus tersebut antara lain, RIS PNPM Mekar Jaya, RIS PNPM Tanjung Sakti, RIS PNPM Simpan Pinjam Perempuan (SPP), Kecamatan Jarai, Peningkatan Jalan SP VI Ulak Mas, Sistem Administrasi Kepegawaian pada BKD Lahat dan Pembangunan Irigasi.

“Sejauh ini tindak pidana korupsi tingkat penuntunan yang ditangani oleh kejaksaan negeri ada 5 perkara yaitu atas nama Faisal Ishak, Megawati, Cholil Mansyur, Kristina dan Abu Yazid Bustomi, kelima kperkara tersebut telah diputus oleh pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi pada pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang,” tuturnya.

Hingga saat ini pengembalian kerugian uang negara yang berhasil dikembalikan ke kas negara yaitu Rp 57 juta dari eksekusi pidana uang pengganti dan RP 497.000.000 telah disetorkan ke kas negara untuk pemulihan kerugian keuangan negara atas perkara Faisal Ishak.

 

TEKS      : JUMRA ZEFRI

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *