Akibat Harga BBM Naik, Penjualan Produk Asesoris Terjatuh

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa pekan lalu saat ini juga berdampak pada penjualan accessories di Dekoin Accessories yang berada di Palembang Square (PS) lantai dua. Hal ini terlihat dengan omzet yang didapat menurun draktis, ditambah dengan sepinya pembeli.

Rara Renzia, Pemilik Dekoin Accessories melalui karyawannya, Devi mengatakan, semejak pemerintah menaikan harga BBM, penjualan accessories mengalami penurunan hingga 10 persen, hal ini disebabkan oleh sepinya pembeli.  Dengan kenaikan BBM ini omzet pendapatan menurun draktis.

“Saat ini pembelian sepi yang biasanya dalam sebulan mampu meraup untung hingga 70 persen, namun akibat  kenaikan BBM  pendapatan hanya berkisar 10 sampai 15 persen, tergantung dengan ramainya pembeli,” katanya, Selasa (9/12).

Dia menambahkan, pihaknya juga akan berencana untuk menaikan harga accessories, namun rencana itu masih dipikirkan. Kemungkinan untuk harga yang akan dinaikan sebesar 5 persen untuk semua jenis accessories yang tersedia di Dekoin Accessories.

“Kepastian akan naik ini masih dipikirkan, sebab kalau secara tiba-tiba dinaikan takutnya pelanggan pada pergi. Saat ini harga untuk semua produk di Dekoin Accessories masih harga lama,” ungkapnya.

Menurut Devi, untuk menyambut Natal dan Tahun Baru Dekoin juga sedang menggelar promo mulai dari 25 sampai 50 persen untuk semua iatem. “Promo ini digelar hingga 31 Desember mendatang,” ungkapnya.

Sedangkan accessories yang saat ini banyak dicari oleh konsumen yakni kalung dan bros. Hal itu disebabkan karena banyak masyarakat terutama di Kota Palembang yang sudah menggunakan jilbab, jadi banyak accessories tersebut untuk dijadikan untuk menambah kecantikan bagi pengguna jilbab. “Untuk kalung mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 200 ribu, dan bros Rp 10 ribu sampai Rp 75 ribu,” ujarnya.

Untuk penjualan yang mengalami penurunan terdapat pada accessories anting dan gelang. “Saat ini untuk anting dan gelang mengalami penurunan hingga 20 persen,” ujarnya.
TEKS   : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *