Ribuan Ulat Serbu Rumah Warga Lawang Kidul

MUARAENIM – Warga RT 14 Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, selama dua hari ini, dikejutkan datanganya ulat bulu ke pemukiman mereka. Ada sekitar 20 rumah warga yang menjadi sasaran tamu tak diundang tersebut, oleh karenanya kemudian warga melaporkan kejadian itu kepada pemerintah setempat.

Ian (35), salah seorang warga yang mengalami kejadian itu mengatakan, ribuan hewan ulat bulu itu muncul diantara semak-semak kebun milik H Kalamudin (Alm) sejak dua hari terakhir ini. Kata dia, warga menjadi panik ketika kedatangan ribuan ulat bulu tersebut masuk ke rumah-rumah di sekitar kebun tersebut.

“Ulat ini datang tiba-tiba, semakin siang semakin banyak. Mereka masuk kerumah warga dan membuat warga ketakutan,” tutur Ian, kemarin (8/12).

Warga yang khawatir dengan dampak buruk yang akan ditimbulkan, kemudian mereka berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat. Diantaranya Ketua RT 14, Kades Tegal Rejo, Puskesmas dan Camat Lawang Kidul. Laporan warga tersebut selanjutnya mendapat respon dari Pemkab Muaraenim, melalui Dinas Peternakan untuk segera ditanggulangi.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin MSi, didampingi sekretaris H Sapranudin BBA, mengaku bahwa kejadian yang dialami warga RT 14 Desa Tegal Rejo tersebut termasuk kejadian langka. Kata dia, keberadaan ulat bulu tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2006 lalu.

“Dulu pada 2006 memang sudah pernah ada ulat bulu tersebut dan warga melaporkannya ke pemerintah. Tetapi waktu itu dikawasan kebun milik H Kalamudin (Alm) ini belum ada pemukiman. Sehingga waktu itu tidak dirisaukan warga,”tutur Sapranudin.

Selain dari unsur pemerintahan, kejadian itu juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hadir pada saat kegiatan pemusnahan ulat bulu kemarin, pimpinan Tripika Lawang Kidul, Jajaran CSR PTBA, dan salah satu Anggota Dewan dari Dapil V (lima) Dwi Windarti SH.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Muaraenim melalui Kabid Kesehatan Hewan, Devri Pramulia, mendapat laporan warga kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian. Pihaknya datang dengan membawa peralatan serta obat pembasmi hama tanaman.

“Nanti kita coba pake insektisida, akan kita semprot dengan mesin steam supaya tidak mengganggu pemukiman warga lagi,” terang Devri saat tiba ke lokasi.

 

TEKS   : SISWANTO
EDITOR : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *