Pasar Tebing Tinggi Kumuh

EMPAT LAWANG – Meskipun berada di pusat ibukota Kabupaten Empat Lawang, kondisi pasar Tebing Tinggi terkesan kotor dan kumuh. Terutama saat musim penghujan, sebagian besar drainase yang dipenuhi sampah menghambat aliran air dan mengakibatkan banjir.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, beberapa hari terakhir, banjir mulai terlihat di kawasan Pasar Musi Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi. Akibatnya sebagian pasar di genangi air dan setelah air surut kondisi pasar becek. Beruntung hujan turun pada sore hari, banyak penjual sudah pulang dan para pembeli mulai sepi.

Namun satu-satunya pasar di Kecamatan Tebing Tinggi tersebut masih saja terkesan kumuh ditambah lagi banyak sampah-sampah tergeletak di pinggir-pinggir pasar. “Tidak hujan saja pasar sudah becek dan terkesan kumuh, apalagi hujan,” ujar Indra (40) salah satu warga Tebing Tinggi, kemarin (8/12).

Dijelaskannya hujan turun waktu itu memang deras namun tidak berlangsung lama. “Bagaimana kalau hujannya deras dan lama mungkin air masuk semua ke ruko-ruko penjual,” bebernya.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Keindahan Kota (DPK3) Empat Lawang, Lukman Panggar Besi mengatakan, banjir tersebut terjadi karena drainase yang berada di atas trotoar jalan penuh dengan sampah. Akibatnya saat hujan turun drainase tidak bisa menampung semua air hujan sehingga meluap dan terjadi banjir.

“Saat musim kemarau lalu banyak sampah di drainase itu dan ketika musim hujan sampah-sampah tersebut menumpuk di dalam. Untuk membersihkannya harus melepas semen trotoar dan trotoar itu cukup berat. Kalau masuk ke dalam trotoar tidak mungkin,” kata Lukman.

Lukman mengakui, kondisi pasar Tebing Tinggi akan terkesan kumuh saat musim penghujan. Karena genangan air membuat becek dan sampah berhamburan keluar dari drainase. Nah terkait ini, pihaknya sudah mulai membersihkan sampah-sampah di dalam drainase tersebut.

“Kami juga menghimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan baik itu di jalan, sungai dan tempat lainnya karena akibatnya akan seperti ini (banjir,red) lagi,” tukasnya.

TEKS      : SAUKANI
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *