Pasar Sumber Penghasil Sampah Terbanyak

Rencana pemindahan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Empat Lawang, belum terealisasi.

Rencana pemindahan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ,| Dok KS

PALEMBANG – Kabid Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan, Saparudin mengatakan, penghasil sampah terbanyak ditempati oleh sampah dari pasar tradisional dengan persentase 30 persen.

Saparudin mengatakan, produksi sampah di Palembang saat ini mencapai 700-800 ton perhari. Sementara sampah yang berhasil diangkut ke TPA Sukawinatan sekitar 500-600 ton. Untuk sisa 200 tonnya, harus menunggu hari berikutnya.

“Ada 30 persen dari jumlah produksi sampah di hasilkan oleh pasar tradisional. Kemudian disusul oleh restoran atau rumah makan, hotel, dan rumah tangga,”ungkapnya belum lama ini.

Ujar Saparudin, dengan penghasil sampah terbanyak sangat ironi dengan kenyataan lapangan. Karena hingga sekarang, PD Pasar Palembang Jaya selaku pengelola pasar tradisional belum memiliki armada pengangkut sampah.

“Seharusnya pihak PD Pasar Palembang Jaya selaku penglola pasar tradisional di Metropolis memiliki armada pengangkut sampah sendiri. Jangan lagi mengandalkan dari DKK,” keluhnya.

Ungkap Saparudin, kalau kalkulasi penghitungan biaya. Pemasukan PD Pasar, dari 33 pasar tradisional di Palembang cukup besar. Misalnya biaya retribusi, kebersihan, keamanan pasar dan lainnya.

“Dari berbagai jenis retribusi itu, tidak ada pemasukan keuangan bagi DKK Palembang. Jadi, sudah seharusnya PD Pasar miliki armada sendiri, tidak lagi bergantung pada DKK untuk mengatasi sampah pasar,” pintanya.

Saparudin menambahkan, walaupun jumlah sampah yang diangkut ke TPA Sukawinatan cukup tinggi setiap harinya. Sebutnya, umur TPA itu, diperkirakan masih bisa bertahan hingga 15 tahun lagi.

“Luas lahan TPA Sukawinatan 25 hektar. Dari luas lahan tersebut, di lengkapi kolam retensi yang berfungsi menampung limbah. Khusus untuk lokasi pembuangan sampah ada 15-20 hektar. Di lokasi TPA ini, kami juga melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik, untuk dimanfaatkan,” ulasnya.

Sementara itu, sebelumnya Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Ces Busri menyebut, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada perusahaan-perusahaan di Palembang untuk meminta bantuan truck sampah. Tapi, hingga sekarang belum juga terwujud.

“Pasar menyumbangkan 25 persen sampah dari total sampah yang ada di Palembang, selama ini, yang mengngkut sampah dari pasar adalah DKK Palembang. Seharusnya pasar punya truck sampah sendiri. Sehingga persoalan sampah di pasar tidak menjadi masalah lagi,” katanya.

 

TEKS   : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *