Komisi VII DPR RI Kritisi Energi Sumsel

muara-enim-energi

Ilustrasi Tambang Batubara | Ist

PALEMBANG – Persoalan yang masih sering terjadi pada sektor energi dan pertambangan di Sumatera Selatan (Sumsel), mendapat sorotan lebih dari pihak DPR RI Komisi VII Bidang Minerba. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi usai melakukan Kunker ke Pemprov Sumsel, Senin (8/12).

Mulyadi mengungkapkan, setelah melakukan rapat dengan pihak PLN, Pertamina, PTBA, SKK Migas, ia mendapat laporan bahwa terdapat sejumlah proyek tender pembangkit terutama di sektor pembangkit listrik yang belum selesai dilaksanakan.

“Di tengah kebutuhan energi yang saat ini mendesak karena pasokan semakin meningkat, seharusnya persoalan yang menghambat proses investasi energi berupa pembangkit listrik dapat segera teratasi,” jelasnya.

Mulyadi berjanji, akan membawa permasalahan ini ke rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama menteri terkait. Selanjutnya melibatkan semua stake holder, pemangku kepentingan termasuk mitra kerja.

“Supaya Provinsi Sumsel dapat terbebas dari ancaman krisis energi, terutama listrik, persoalan demikian mestinya bisa terlesaikan. Kenapa dari 7 proyek tender pembangkit yang direncanakan, semuanya belum satupun yang jalan, inilah yang akan kita cari solusinya,” sebutnya.

Kesempatan untuk menambah energi melalui investor jangan sampai kembali terkatung-katung, karena kebutuhan energi untuk daerah tak bisa ditunda karena menyangkut kepentingan semua elemen masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kita juga akan mintai keterangan lebih lanjut ke pihak PLN untuk menyampaikan kondisi ini. Kita tidak ingin sesuatu yang positif untuk kepentingan daerah dan meningkatkan penerimaan negara itu tidak terlaksana dengan baik,” lanjut Mulyadi.

Di samping itu, Komisi VII juga menyoroti persoalan energi lainnya seperti pasokan gas terhenti, selain itu juga ada persoalan mengenai peraturan Menteri perhubungan yang menghambat investasi.

Sementara, salah satu anggota Komisi VII, Nazaruddin Kiemas menambahkan, kunjungan ini merupakan yang pertama setelah pelantikan DPR RI periode 2014-2019.

Dan, Sumsel yang terkenal kaya akan SDA seperti, batubara, minyak, gas, dan yang lainnya. Menjadi tujuan dari Komisi VII yang mengajak pihak terkait untuk meminta mereka menjelaskan apa yang masih menjadi kendala saat ini.

“Kita minta jika ada hal-hal yang masih menjadi kendala kerja bisa disampaikan dan jangan ditutup-tutupi. Sehingga itu semua bisa diselesaikan secara bersama-sama,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki menyatakan, tadi setelah menerima laporan memang ada 7 tender pembangkit listrik yang belum terlaksana. Ada dua tender yang batal dan lima ditenderkan ulang.

“Kita akan segera bahas lagi dan mengatasinya dengan pihak terkait,” pungkasnya.

 

TEKS    : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *